ABC

Ratusan Perempuan Tentang Pelecehan di Industri Musik Australia

Hampir 400 perempuan yang bekerja di dunia industri musik di Australia telah menulis surat terbuka membicarakan pelecehan dan penganiayaan seksual yang terjadi dan menyerukan adanya perubahan.

Diluncurkan hari Rabu (13/12/2017), kampanye berjudul #meNOmore dilakukan lewat surat terbuka yang diterbitkan oleh Seventh Street Media, yang berisi cerita mereka yang pernah mengalami pelecehan, penganiayaan dan pemerkosaan di industri musik di Australia.

Artis seperti Courtney Barnett, Jen Cloher, Missy Higgins, Jo Syne dari Big Scary, Isabella Manfredi dari The Preatures, Sarah Thompson dari Camp Cope, Stella Donnelly, Thelma Plum, Tina Arena, dan Holly Rankin (aka Jack River) telah menandatangani surat bersama dengan manajer, agen, media, penerbit, dan jajaran musik lainnya.

Pembuat surat dalam kampanye #meNOmore menmenjelaskan bahwa kampanye yang dilakuikan merupakan lanjutan dari kampanye serupa bernama #MeToo movement, yang dilakukan menyusul adanya kasus pelecehan seksual di dunia industri hiburan berkaitan tuduhan terhadap Harvey Weinstein di Amerika Serikat.

"Jelas sekali bahwa masalah yang disebut dalam #MeToo juga terjadi di industri kita sendiri dan di tanah kita sendiri." kata surat tersebut.

"Kami semua memiliki cerita kami sendiri, atau mengenal seseorang yang mengalaminya. Kami bukanlah cuma ingin mengeluh. Kami adalah orang yang semangat menghabiskan hidup kami bagi musik."

"Di saat terjadi diskriminasi, pelecehan, kekerasan, dan banyaknya jargon-jargon seksis di dunia ini, kami diam saja dan tetap melanjutkan pekerjaan kami."

"Namun hari ini kami mengatakan 'No more' (tidak lagi).

"Bersama-sama, kami ingin memberikan suara bagi isu ini dan mendesak tidak ada toleransi sama sekali terhadap pelecehan seksual, tindak kekerasan, dan perilaku seksis.Tidak ada tempat bagi perilaku seperti itu di tempat kerja dan di industri kita."

"Perubahan dimulai hari ini."

Para penandatangan surat itu mendesak yang lain untuk berbagi cerita mereka, dan juga menandatangani surat #meNOmore.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini