ABC

Raksasa Daring China ‘Alibaba’ Masuk ke Melbourne

Menggebrak pasar Victoria, bisnis daring terbesar di dunia, yakni Alibaba, telah membuka markas Australia dan Selandia Baru mereka di Melbourne.

Pilihan raksasa daring ini untuk menempatkan basis kawasan mereka di ibukota Victoria menjanjikan dorongan besar untuk usaha kecil di negara bagian ini yang berharap untuk mengakses pasar ritel daring China senilai $ AUD1 triliun (atau setara Rp 10 kuadriliun) per tahun.

Alibaba bergabung dengan sejumlah perusahaan digital internasional ternama, termasuk Zendesk, Slack, Square, GoPro dan Cognizant, yang telah memilih untuk menempatkan operasi regional mereka di Melbourne.

"Keputusan Alibaba untuk mencari markas regional mereka di Victoria adalah kabar bagus bagi bisnis lokal yang ingin meningkatkan ekspor ke pasar e-commerce multi-miliar dolar China, '' kata Menteri Usaha Kecil dan Perdagangan Victoria, Philip Dalidakis.

"Ini akan membantu mengembangkan bisnis dan lapangan pekerjaan di Victoria," imbuhnya.

Gerbang ke China

Situs Alibaba memiliki ratusan juta pengguna aktif di China dan menangani lebih banyak bisnis ketimbang gabungan situs eBay dan Amazon.

Penjualan yang dilakukan pebisnis dengan menggunakan situs Alibaba mencapai nilai total lebih dari $AUD650 miliar (atau setara Rp 6,5 kuadriliun) per tahun. Satu hari promosi dari Alibaba, yang diselenggarakan pada tanggal 11 November tahun lalu, menghasilkan transaksi lebih dari $ AUD23 milyar (atau setara Rp 230 triliun) hanya dalam 24 jam.

Alibaba mengoperasikan beberapa portal penjualan daring. Para pembeli Australia mungkin paling akrab dengan Aliexpress, saingan eBay yang berbahasa Inggris. Namun di China, Tmall Global milik Alibaba yang mendominasi. Tmall adalah situs ritel yang paling banyak dikunjungi di negara itu dan menawarkan perusahaan di luar negeri dengan akses murah dan mudah ke pasar China yang besar.

Jack Ma, Executive Chairman, Alibaba Group
Jack Ma, Executive Chairman, Alibaba Group.

Supplied: The Victorian Government

Peluang yang Berkembang

Pada bulan Maret 2016, Pemerintah Negara Bagian Victoria menjalin kemitraan perdana dengan Australia Post dan Tmall untuk menyediakan pebisnis Victoria dengan akses yang lebih mudah ke pasar China melalui platform Tmall.

Australia kini menjadi salah satu dari lima negara yang paling aktif di Tmall dan produk kesehatan serta gizi Australia begitu sangat populer.

Kisah Sukses Pebisnis Victoria

Sejumlah perusahaan Victoria sudah memanfaatkan Tmall termasuk Goat Soap Australia di Melbourne, yang menjual berbagai produk perawatan kulit yang unik ke China melalui bagian ‘Chemist Warehouse’ milik situs Tmall. Perusahaan ini meraup penjualan menakjubkan senilai $ AUD1 juta (atau setara Rp 10 miliar) melalui Tmall hanya saat Hari Lajang tahun lalu.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Victorian eCommerce success story: Goat Soap Australia & Alibaba

Apoteker asal Melbourne, Danielle Di Pilla, memulai perusahaan ini lima tahun lalu dan telah mengalami lonjakan penjualan sejak ia bergabung dengan Alibaba.

"Ini merupakan inisiatif yang benar-benar baik dari Trade Victoria untuk mendatangkan Alibaba ke Melbourne, itu benar-benar membuka banyak peluang bagi perusahaan seperti kami, '' kata Di Pilla.

"Mereka secara efektif memungkinkan dunia untuk masuk ke pintu Anda tanpa Anda meninggalkan pintu depan anda. ''

Produk perawatan kulit dari kambing ‘The Goat Skincare’ adalah produk Australia paling laris pada penjualan Hari Lajang untuk tahun kedua berturut-turut.

"Hari Lajang makin tumbuh dan berkembang, dan sekarang itu menjadi acara penjualan terbesar di dunia, '' kata Di Pilla.

Bersih dan Ramah Lingkungan

Di Pilla mengatakan, Victoria adalah tempat yang sempurna untuk melayani konsumen China.

"Melbourne adalah tempat yang bagus untuk melakukan bisnis, terutama karena kami begitu dekat dengan Asia Pasifik, sehingga lokasinya bagus untuk kami, '' kata Di Pilla.

Ia mendatangkan susu kambing yang diproduksi secara etis untuk produknya dari peternakan Gippsland yang ramah lingkungan.

"Karena standar hidup bersih dan ramah lingkungan yang kami miliki di Victoria, produk kami sangat dicari di pasar China, '' katanya.

The Goat Skincare telah berkembang dari sebuah usaha kecil rumahan menjadi sebuah bisnis yang sekarang mempekerjakan lebih dari 150 orang.

“Masalah terbesar kami adalah berpacu dengan permintaan akan produk kami, '' kata Di Pilla.

"Ini masalah baik yang timbul,'' imbuhnya.

Artikel ini diproduksi oleh Pemerintah Victoria.