ABC

Raghu Dixit Tampilkan Musik Berbahasa India di Sydney Opera House

Raghu Dixit adalah mantan ahli mikrobiologi dan seorang penari bharatanatyam yang terlatih secara klasik, yang membawa bahasa ibunya, Kannada, ke sejumlah panggung di seluruh dunia. Penyanyi utama dari ‘The Raghu Dixit Project’ -salah satu band India yang paling banyak dipesan -ini telah bermain di depan Ratu Inggris, penonton di Festival Glastonbury, dan yang terbaru, penonton di Sydney Opera House. Raghu menggambarkan suara energik dan menular-nya sebagai perpaduan dari "musik rakyat yang riang" dan "rock and roll".

Raghu dibesarkan di Mysore, "pusat budaya" di Karnataka, di mana ia diperkenalkan pada seni pertunjukan di usia muda.

"Untungnya bagi saya, orang tua saya cenderung tergila-gila pada budaya. Dan berkat budaya-lah, keluarga di India Selatan mengirim salah satu anak mereka ke seni pertunjukan. Ayah saya salah memahami aksi imitasi saya terhadap sepupu perempuan saya sebagai bakat dan mendorong saya untuk menari klasik," tutur Raghu Dixit.

"Saya belajar bharatanatyam selama 18 tahun. Saya jalani ujian dan hampir memilih itu sebagai profesi saya," tambahnya.

Ketika ia berusia 19 tahun, Raghu memutuskan untuk menjawab tantangan dari seorang teman sekelas untuk belajar cara bermain gitar.

"Ia menggoda saya dan bilang itu sangat 'banci' untuk menari Tari Klasik India dan memakai make up di wajah saya," ungkap Raghu.

Raghu Dixit
Raghu Dixit.

Supplied; Gandhi Creations

Ia berujar, "Saya marah pada kebodohannya. Saya mengatakan kepadanya untuk memberi saya beberapa bulan dan saya akan memainkan alat musiknya dan saya akan menyanyikan sebuah lagu untuknya."

"Bagi saya, yang berasal dari keluarga tradisional India, itu berarti bahwa gitar dikaitkan dengan agama Kristen. Saya menghubungi teman Kristen saya untuk membantu saya. Saya belajar sendiri setelah bantuan awal mereka," akunya.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Raghu Dixit di Festival India Australia

Setelah belajar gitar, Raghu juga menemukan bakat bernyanyinya secara alami.

"Saya tak pernah memainkan lagu orang lain karena saya tak dibesarkan dengan kaset yang bisa saya dengar ... Saya hanya membiarkan suara saya keluar dan rasanya begitu baik," kata Raghu Dixit.

Selama tujuh tahun ke depan, Raghu memutuskan untuk hanya bernyanyi dalam bahasa Inggris.

"Besar di Mysore, saya mendengarkan Metallica dan bernyanyi dalam bahasa Inggris adalah hal paling keren yang bisa dilakukan," sebutnya.

Raghu Dixit
Raghu Dixit.

Supplied; Gandhi Creations

Tapi hanya ketika bernyanyi dalam bahasa Kannada, bahasa ibu dari negara bagian asalnya yakni Karnataka, Raghu baru benar-benar merasa nyaman.

"Ketika saya masih berusia 26 tahun, saya mengambil sebuah buku puisi dari Karnataka. Saya ambil gitar saya dan mulai bersenandung kata-kata itu. Dan menyadari ada rasa sukacita penuh dalam bernyanyi dalam bahasa ibu saya," ungkapnya.

"Menemukan puisi dalam bahasa Kannada membuat saya menyadari bahwa saya bisa menyatu dengan diri saya sendiri -bernyanyi dalam bahasa saya sendiri," aku Raghu Dixit.

Fans juga antusias dan sangat mendukung keputusannya yang memiliki potensi risiko itu.

"Saya tak yakin apakah itu akan berhasil tapi sungguh menakjubkan betapa hal itu memperluas basis penggemar," sebutnya.

"Sekarang kami dilihat sebagai band yang mengusung bahasa dan budaya kami ke seluruh dunia. Fans kami sangat bangga dengan fakta itu,” kata Raghu Dixit.

Jadi apa rahasianya untuk bernyanyi dalam bahasa yang mungkin tak dimengerti penonton, tapi masih bisa memiliki daya tarik di seluruh dunia?

"Musiknya. Kami sesungguhnya sebuah band rock and roll -kami ada  pemain gitar listrik, bas, drum dan biola klasik India. Musiknya dari Karnataka namun suaranya sangat global," pendapat Raghu Dixit.

Band ‘The Raghu Dixit Project’ saat ini berada di Australia untuk tampil dalam ‘Confluence 2016: Festival India di Australia’.

Bermain di Sydney Opera House adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi Raghu tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan kemampuan musiknya dalam menyeberangi perbatasan.

"Penyebab yang lebih besar adalah hubungan antara India dan Australia. Ada lebih banyak hal dalam hubungan ini ketimbang sekedar kriket. Seni adalah alat terakhir yang bisa kami gunakan untuk membawa masyarakat dan budaya bersama-sama -untuk mengidentifikasi kesamaan dan menyadari bahwa kami berbeda tapi masih serupa," utaranya.

Skip Souncloud Track

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

SOUNDCLOUD: Lagu 'Jagchanga-Lokada-Kaalaji' Milik Radhu Dixit

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 17:48 WIB 22/09/2016 oleh Nurina Savitri.