ABC

Pulang Perang, Banyak Tentara Australia Bunuh Diri

Hari Anzac 25 April di Australia memperingati mereka yang bertempur dan tewas dalam perang - tapi bagaimana nasib mereka yang terus berjuang melawan trauma seusai perang dan kalah?

Jumlah tentara yang masih aktif maupun mantan tentara yang bunuh diri kini lebih dari tiga kali lipat jumlah tentara Australia yang tewas dalam pertempuran di Afghanistan.

Sejak 2000, 96 anggota Pasukan Pertahanan Australia (ADF)  telah bunuh diri. 13 veteran lainnya bunuh diri setelah keluar dari militer, dan diduga banyak lagi insiden bunuh diri yang tidak dilaporkan, kecelakaan mobil atau keluarga-keluarga yang tidak mengajukan klaim.

Misalnya Mayor (purn) Anthony Krupa yang telah menjadi tentara 18 tahun, termasuk 11 kali penugasan.

Ia kecanduan kerja, tapi kini pengalaman itu menghantuinya. "Saya masih dibayangi oleh situasi di Irak 2005," katanya.

"Pasukan Irak menahan seorang pemberontak, lalu menyetrumnya. Saya masih ingat bau terbakar itu sampai hari ini," kata Krupa.

Menjelang penugasan 2012, Mayor Krupa mengalami tekanan mental dan mencoba bunuh diri. Ia mengaku mengalaminya lagi baru-baru ini.

Sama seperti para veteran lainnya, pertanyaan yang terus mengganggu adalah: "Kalau saya bukan tentara, saya ini siapa?"

"Saya menjadi hanya sebuah nomor, kehilangan tujuan dan identitas," katanya.

Mantan komandan pasukan Australia di Afghanistan, Mayor Jenderal John Cantwell, mengatakan, ketika operasi internasional berakhir banyak tentara yang mengalami masalah kesehatan mental. Diperkirakan akan lebih banyak lagi kematian di Australia.

Mantan prajurit Chad Dobbs khawatir,  ADF dan Departemen Urusan Veteran tidak menyadari luasnya masalah ini.

Ia pernah mencoba overdosis ketika pulang dari Irak dan Afghanistan dan mengalami kecemasan, depresi dan bingung.

Di sana Dobbs memegang pekerjaan penting dan menikmatinya. Tapi ketika pulang, semuanya lenyap. Ia kehilangan harga dirinya.

Pejabat Kesehatan ADF Laksamana Robyn Walker mengatakan, pihaknya tidak menemukan kaitan antara penugasan operasional dan bunuh diri.

Dr Stephanie Hodson dari Departemen Urusan Veteran mengemukakan, angka mencerminkan insiden bunuh diri dalam komunitas sipil yang lebih luas.

"Pada dasarnya Australia mempunyai masalah bunuh diri, terutama di kalangan pria muda, bunuh diri adalah penyebab utama kematian pada kelompok usia di bawah 44," katanya.

Namun demikian, pihak berwenang berusaha mencegah bunuh diri.

Departemen Urusan Veteran mempunyai aplikasi di HP dan sebuah website kesehatan mental bernama At Ease.

Dan Laksamana Walker mengatakan, telah terjadi perbaikan dalam kesadaran tentang kesehatan mental.

Tapi seperti pengakuan Dobbs, mengakui kelemahan tidak mudah bagi orang-orang yang diprogram untuk bertempur.