ABC

Proposal Tunjangan Berobat Warga Diprotes

Australia - Asosiasi Dokter Australia (AMA) mengkritik proposal kebijakan tunjangan berobat ke dokter sebesar AUD$6 atau sekitar Rp 65 ribu yang dibayarkan dimuka. Kebijakan ini dinilai akan menghalangi orang berobat ke dokter.

Komisi Pengawasan yang dibentuk Perdana Menteri Tony Abbott menerima rekomendasi perubahan kebijakan dalam sistem pembayaran tunjangan kunjungan ke dokter umum.

Di dalam proposal kebijakan itu, pensiun dan pemegang kartu konsesi akan dibebaskan dari biaya berkunjung ke dokter. Sementara untuk setiap keluarga hanya akan mendapatkan tunjungan berobat ke dokter sebanyak 12 kali saja selama setahun, dimana biaya tagihannya akan dibayarkan sekaligus.

Pemerintah Federal mengatakan sistem tunjangan berobat ke dokter yang baru ini merupakan satu dari sejumlah proposal rekomendasi yang tengah dipertimbangkan pemerintah.

Asosiasi Dokter Australia mengatakan proposal kebijakan ini akan membuat orang berpikir enggan berobat ke dokter jika sakit.

"Jelas ada kebutuhan untuk mengendalikan biaya kunjungan ke dokter, tapi saya pikir ini bukan kebijakan yang mereka harapkan," kata Presiden AMA, Dr. Steve Hambleton.

"Dengan aturan ini orang akan benar-benar berpikir 'Apakah saya harus pergi ke dokter sekarang? Apakah saya perlu mendapatkan obat?' kritiknya.

"Jika mereka harus memilih ke dokter lagi dengan kemungkinan harus membayar tambahan sejumlah uang untuk benar-benar mengakses layanan kesehatan, kemungkinan akan ada banyak orang yang memutuskan untuk tidak  berobat ke dokter,” katanya.

Dr. Hambleton mengatakan warga yang sakit harus didorong untuk segera berobat.

"Segala hal yang menghalangi orang ke dokter, apakah untuk berkonsultasi atau untuk menjaga agar penyakit kronis  terkontrol dan tetap sehat, harus menjadi keprihatinan,” katanya.

Menanggapi protes ini, Terry Barnes, mantan penasehat kebijakan Abbott mengatakan ketika masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan di era Howard, ia pernah menyusun proposal yang menekankan kebijakan serupa.

Dia mengatakan kebijakan ini akan mengubah pandangan orang soal berobat ke dokter.

"Kebijakan ini pada dasarnya meminta anda untuk berpikir, benarkah saya perlu pergi ke dokter untuk keluhan ini? atau saya sebenarnya hanya perlu merawat diri sendiri saja?” katanya.

"Orang tidak selalu perlu pergi ke dokter jika keluhan kesehatan yang hendak mereka konsultasikan hanya masalah kecil seperti batuk dan flu dan hanya flu yang biasa dialami orang di musim dingin,” tegasnya.