ABC

Profesor Australia Temukan Regenerasi Sumsum Tulang Belakang

Selama ribuan tahun, regenerasi sumsum tulang belakang dianggap sebagai hal yang mustahil.

Kini, hal itu ternyata bisa dilakukan dan aman -semuanya berkat kerja keras Emeritus Profesor Alan Mackay-Sim, penerima penghargaan ‘Australia of the Year’ 2017.

Regenerasi ini merupakan terobosan yang, secara ilmiah, disebut-sebut setara dengan pendaratan di bulan.

Dimulai dengan hidung

Kembali pada tahun 1980, Profesor Mackay-Sim, saat itu, sangat penasaran dengan hidung.

Lewat rasa ingin tahunya itu dan juga kerja keras, ia menemukan bahwa hidung adalah rumah bagi beberapa sel yang sangat istimewa dan sangat tak biasa -mereka disebut sel pembungkus penciuman.

Setiap hari, dalam hidung Anda, sel-sel saraf yang melakukan pekerjaan membaui, akan mati. Dan setiap hari mereka terlahir kembali.

Profesor Mackay-Sim memiliki dua pertanyaan: jika sel-sel ini beregenerasi setiap hari untuk menciptakan indra penciuman kita, bisakah mereka meremajakan sel-sel saraf yang rusak di sumsum tulang belakang?

Dan kedua: bisakah hal itu dilakukan dengan aman pada manusia?

"Awalnya, saya pikir jika kita memahami biologi, mungkin kita bisa menggunakan ini untuk tujuan klinis. Saya tak tahu kapan, saya tak tahu bagaimana. Saya pikir mungkin kita bisa memperbaiki sistem saraf dalam beberapa cara, " kata Prof Mackay-Sim.

Menguji teori

Jadi pada tahun 2002, setelah bertahun-tahun penelitian, Profesor Mackay-Sim mengambil langkah untuk menjadi yang pertama di dunia dalam hal percobaan terapi tersebut.

Sel diambil dari dalam hidung, mereka dimurnikan dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam sumsum tulang belakang untuk memperbaiki cedera.

Ia menemukan, hal yang aman untuk menyuntikkan sumsum tulang belakang manusia dengan sel pembungkus penciuman, dan perbaikan tulang belakang adalah hal yang mungkin dilakukan.

Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu dan tim peneliti lainnya di seluruh dunia mengikuti langkahnya.

Alan Mackay
Tim penelitian dari seluruh dunia mengikuti hasil penelitian Prof Alan Mackay-Sim.

Supplied: Australian of the Year Awards

Terobosan ilmiah

Pada tahun 2012, sebuah tim kesehatan di Eropa menggunakan hasil ini pada pria Polandia berusia 40 tahun yang menjadi lumpuh dari dada ke bawah, setelah luka tusukan berulang di punggungnya.

Sekitar 100 suntikan mikro dari sel ‘olfactory ensheathing’ dibuat di atas dan di bawah cedera tulang belakang pria itu.

Suntikan kecil itu berperan sebagai batu loncatan mikroskopis untuk saraf di sumsum tulang belakang agar bisa tumbuh kembali.

Menyusul tiga tahun fisioterapi intensif, pria Polandia itu kini bisa berjalan dengan tongkat.

Lompatan besar untuk manusia

"Ini bukan hanya tentang membuat orang bisa berjalan lagi," kata James St John, kepala Penelitian Neurobiologi dan Sel Induk di Pusat Clem Jones.

"Orang-orang yang lumpuh menghadapi segala macam kesulitan. Mereka ingin bisa merasakan tangan orang yang dicintai yang menyentuh mereka ... atau merasakan berat badan anak mereka di pangkuan," tuturnya.

Profesor Mackay-Sim, yang kini telah pensiun, memperjuangkan penggunaan sel induk untuk memahami dasar biologis dari gangguan dan penyakit otak termasuk skizofrenia serta penyakit Parkinson’s.

Ia menggunakan pidato penerimaannya untuk membahas pentingnya penelitian tentang cedera tulang belakang, penyakit otak langka, serta masa depan terapi sel induk dan transplantasi sel.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 20:10 WIB 26/01/2017 oleh Nurina Savitri.