ABC

Presiden Trump Akan Bicara Dengan PM Turnbull Soal Korut

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Presiden AS Donald Trump akan membahas krisis Korea Utara melalui pembicaraan telepon Rabu (6/9/2017) besok pagi.

Pembicaraan telepon akan berlangsung sekitar pukul 07:45 AEST (Waktu Australia Timur).
PM Turnbull berulang kali menekankan bahwa Australia akan mendukung Amerika Serikat. Bulan lalu dia mengatakan "dalam hal pertahanan kita tak bisa terpisahkan".

Kemarin PM Turnbull mengatakan Australia mendapat penjelasan singkat mengenai opsi yang terbuka untuk AS dalam menghadapi ancaman Korea Utara.

Kedua pemimpin tersebut bertemu di New York pada bulan Mei lalu, pembicaraan tatap muka pertama mereka pembicaraan sengit melalui telepon pada bulan Januari. Saat itu pembicaraan membahas kesepakatan dengan mantan Presiden Barack Obama untuk menerima pengungsi dari Pulau Manus dan Nauru.

Bocoran transkrip pembicaraan telepon bulan Januari itu menunjukkan Presiden Trump menyebut kesepakatan itu menjijikkan dan sangat buruk.

Sejauh ini pejabat AS telah mewawancarai para pengungsi, namun tidak seorang pun orang di Pulau Manus atau Nauru yang telah diterima ke AS.

Transkrip itu juga menunjukkan bahwa PM Turnbull bilang ke Trump bahwa "Anda bisa mengandalkan saya. Saya akan berada di sana terus dan terus," namun tidak dipastikan apa artinya.

PM Turnbull mengundang Trump untuk membahas isu Korea Utara selama percakapan telepon pada bulan Januari. Namun Trump mengakhiri telepon.

Kukuhkan dukungan

PM Turnbull bulan lalu menegaskan kembali dukungan Australia untuk AS, termasuk jika Korea Utara melakukan serangan di wilayah AS.

"Kami adalah, Amerika Serikat tidak memiliki sekutu lebih kuat daripada Australia dan kami memiliki perjanjian ANZUS. Jika ada serangan ke Australia atau Amerika Serikat, maka masing-masing dari kami akan membantu pihak lain," katanya.

"Jadi, mari kita perjelas tentang hal itu. Jika ada serangan ke Amerika Serikat oleh Korea Utara, maka Perjanjian ANZUS akan diberlakukan. Australia akan datang membantu Amerika Serikat, sama jika ada serangan ke Australia, Amerika Serikat akan membantu kami," katanya.

Turnbull juga tidak mengesampingkan pengiriman lebih banyak pasukan Australia ke Afghanistan jika Amerika Serikat memintanya.

"Terhadap permintaan tambahan apa pun dari Amerika, kami jelas akan mempertimbangkannya dan berkonsultasi dengan mereka. Namun kami telah meningkatkan pasukan kami di sana," kata Turnbull bulan lalu.

Australia mengirim 30 tentara tambahan untuk misi pelatihan di Afghanistan awal tahun ini, sehingga total pasukan negara itu di sana mencapai 300 orang.

Diterbitkan Selasa 5 September 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia di sini.