ABC

Presiden Jokowi Jadwalkan Ulang Kunjungan ke Australia

Presiden RI Joko Widodo meminta maaf karena harus menunda kunjungan kenegaraannya ke Australia. Melalui telekonferensi Presiden Jokowi menyampaikan kepada warga Indonesia yang hadir pada suatu acara di Sydney bahwa situasi di Jakarta saat ini sudah aman.

Presiden Jokowi dalam telekonferensi itu menyatakan tidak ada masalah dengan stabilitas politik di Indonesia dan kunjungannya ke Australia akan dijadwalkan ulang.

Aksi demo berujung kerusuhan pekan lalu terjadi setelah lebih 100 ribu umat Islam melakukan protes terhadap Ahok, gubernur Jakarta yang beragama Kristen, yang dituduh telah menghina Alquran.

Kepala Kepolisian RI menyatakan penyelidikan atas tuduhan penistaan agam itu akan dilakukan dengan cepat dan transparan.

Ahok kemungkinan akan diperiksa Hari Senin (7/11/2016) ini.

Presiden Jokowi sebelumnya dijadwalkan tiba di Australia hari Sabtu lalu untuk kunjungan selama tiga hari. Dia telah dijadwalkan menyampaikan pidatonya di depan sidang gabungan parlemen Australia.

Namun pernyataan dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan perkembangan terakhir mengharuskan presiden untuk berada di Indonesia.

Presiden Jokowi secara langsung menelepon PM Malcolm Turnbull untuk menyampaikan pembatalan itu.

"Saya sampaikan kami menyesal tak bisa menyambutnya di Australia besok, namun memahami sepenuhnya bahwa dia perlu berada di Indonesia saat ini," kata PM Turnbull dalam pernyataannya.

Di balik layar, hubungan kedua negara terus meningkat.

Menteri Perdagangan Australia Steve Ciobo berbicara dengan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di Sydney dalam putaran terakhir negosiasi kesepakatan perdagangan bebas kedua negara.

"Baik Australia maupun Indonesia tetap sangat berkomitmen menjadikan hubungan ini semakin menguat," kata Menteri Ciobo.

Diterbitkan Pukul 11:00 AEST 7 November 2016 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.