ABC

Populasi Buaya Air Asin di Australia Barat Meningkat

Sebuah penelitian terbaru menunjukan populasi buaya air asin mengalami peningkatan di bagian utara Australia Barat, dimana pakar lingkungan memperkirakan satwa liar ini akan terus bergerak ke daerah yang lebih banyak jumlah populasi penduduknya.

Para peneliti menyusun data yang tercatat selama beberapa dekade di Kimberley, mengukur populasi buaya selama 45 tahun sejak perburuan satwa ini dilarang.

Survei menunjukkan bahwa sementara angka menunjukan populasi buaya air asin yang stabil di Northern Territory, namun di bagian utara Australia Barat menunjukan kenaikan.

Ekolog dari lembaga pengelola taman dan satwa liar Australia Barat, Ben Corey memehang seekor telur buaya.
Ekolog dari lembaga pengelola taman dan satwa liar Australia Barat, Ben Corey mengatakan tingkat pertambahan populasi buaya air asin di bagian utara negara bagian Australia Barat meningkat.

ABC News: Erin Parke


Pakar lingkungan dari lembaga 'Parks and Wildlife', WA, Ben Corey mengatakan tampaknya buaya air asin meningkat jumlahnya dengan tingkat peningkatan 3% per tahun.
"Kami sudah melakukan survei buaya di King River dan bagian lain dari Lower Ord, Kimberley, WA sejak 1986, dan ini merupakan survei terpanjang yang pernah kita lakukan terhadap buaya air asin di Kimberley," katanya.
"Pada tahun-tahun awal kami menghitung ada sekitar 20 dan 40 buaya sepanjang 40 kilometer atau lebih dari sungai, sekarang dalam beberapa tahun kita menghitung sebanyak 150 hewan berada di sepanjang daerah yang sama.
"Seiring berlalunya waktu, kami telah melihat ada peningkatan jumlah buaya yang lebih besar juga, jadi trend ini konsisten dengan populasi yang pulih dari ambang kepunahan."
Buaya air asin dinyatakan sebagai spesies yang dilindungi pada tahun 1971, saat itu jumlah satwa ini begitu rendah mereka jarang terlihat di perairan sekitar Wyndham, Derby dan Broome.
Secara ekologis, pemulihan mereka dianggap sebagai sebuah kesuksesan, meskipun ada juga implikasi untuk keselamatan publik.
Sementara risiko buaya relatif rendah di WA dibandingkan dengan Northern Territory, telah terjadi peningkatan penampakan dan penutupan pantai di daerah yang didiami penduduk seperti Broome dalam beberapa tahun terakhir.

Warga berenang di Cable Beach di Broome, WA meski ada tanda peringatan bahaya buaya.
Warga berenang di Cable Beach di Broome, WA meski ada tanda peringatan bahaya buaya.

ABC News: Erin Parke

Otoritas pengelola taman dan satwa liar Australia Barat - Department of Parks and Wildlife, WA, membenarkan pihaknya telah memindahkan sebanyak 34 buaya air asin dari perairan di Kimberley dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Kebanyakan buaya itu terperangkap dan dipindahkan ke taman buaya di Broome, namun setengahnya ditembak mati.
Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding di kawasan Northern Territory, dimana buaya-buaya disana ukurannya lebih besar dan lebih berlimpah.

Meningkat ancaman bagi keselamatan publik?

Pada tahun 2015, pakar lingkungan dari lembaga ‘Parks and Wildlife’, Andy Halford mereplikasi survey buaya yang pernah dilakukan di wilayah Prince Regent River pada tahun 1970 dan 1980 dan mampu untuk mengukur peningkatan populasi.
Dr Halford mengatakan ia harapkan buaya-buaya itu akan dipindahkan ke daerah baru seiring dengan jumlah mereka yang semakin meningkat, dan ada juga peningkatan risiko dari teritori atau wilayah yang didiami buaya yang berpotensi semakin luas.
"Saya kira kita tidak terkejut dengan betapa jumlah populasi buaya ini telah meningkat, tapi realitasnya adalah kita mungkin terkejut melihat ada peningkatan 260 sampai 300 persen dalam keseluruhan jumlah pada apa yang terjadi sekitar 30 tahun lalu,” katanya.
Dr Halford mengatakan sebuah focus untuk riset di tahun-tahun berikutnya akan meneliti potensi ekspansi buaya di seluruh area-area yang tinggi populasi buaya air asin seperti Derby, Broome dan Port Hedland.

Seorang pria memancing didekat tanda dilarang berenang di Gantheaume Pt di BroomeSeoan
Dr Halford mengatakan dirinya berharap buaya-buaya itu dipindahkan ke wilayah baru seiring jumlah mereka yang semakin berkembang.

ABC News: Erin Parke

Diterjemahkan pada pukul 17:00 WIB, pada 5/3/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.