ABC

Polisi Temukan 1500 Karung Ammonium Nitrat di Bali

Polisi Indonesia di Bali telah menyita sekitar 30 ton, dalam bentuk 1500 karung bahan kimia ammonium nitrat dalam sebuah kapal yang tiba dari Malaysia.

Kepala Bea Cukai Bali mengatakan ammonium nitrat bisa digunakan sebagai pupuk namun juga bisa digunakan sebagai bahan peledak dan polisi sedang menyelidiki apakah ada hubungannya dengan terorisme.

Bahan kimia tersebut ditemukan di dalam sebuah kapal yang dipergoki di lepas pantai di sebelah timur Bali.

Polisi mengatakan Sulawesi Selatan adalah tujuan akhir kapal tersebut dan enam warga Indonesia ditahan karenanya.

"Ini bisa digunakan menjadi pupuk dan kalau berdiri sendiri tidak menjadi masalah, namun ketika dicampur bisa menjadi bahan peledak." kata Husni Saiful Kepala Bea Cukai Bali kepada wartawan hari Kamis (22/9/2016) pagi.

"Namun apakah ini berhubungan dengan terorisme atau akan dibuat bom, polisi akan menjelaskannya."

Saiful juga mengatakan ammonium nitrat ini juga bisa digunakan untuk membuat bom guna menangkap ikan.

Polisi di Bali mengatakan kapal tersebut tidak memiliki ijin untuk memasuki Indonesia, dan polisi akan memberikan keterangan pers hari Kamis sore.

Diterjemahkan pukul 16:00 AEST 22/9/2016 oleh Sastra Wijaya. Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini