ABC

PM Tony Abbott Optimistis Perdagangan Bebas Dengan Jepang Terlaksana

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, menegaskan, beberapa hambatan masih perlu diselesaikan sebelum perjanjian perdagangan bebas dengan Jepang ditandatangani.

Keberadaan PM Abbott di Tokyo adalah bagian dari kunjungan Asia Timur, yang menargetkan kerjasama ekonomi lebih intens dengan negara-negara di kawasan itu.

Namun tak bisa dipungkiri, salah satu masalah yang masih mengganjal adalah mengenai tarif atau pajak impor daging sapi Australia.

Pihak Jepang menyatakan, negaranya mempertimbangkan memotong separuh dari tarif yang berlaku, yakni dari 38,5% ke 19,25%, namun rencana ini pun dikhawatirkan belum mampu membuahkan kesepakatan.

Dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, PM Abbott mengakui bahwa negosiasi dengan pihak Jepang berjalan alot, namun ia tetap optimistis perjanjian akan segera disahkan.

“Dengan perdagangan bebas, kita tak hanya yakin pada semakin banyaknya jumlah produk Australia yang dipasarkan di Jepang, atau sebaliknya, tapi kita juga ingin investasi yang meningkat di antara kedua-nya, dan semakin banyaknya kesempatan bagi perusahaan Australia untuk berkembang di Jepang,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kami yakin namun kesepakatan FTA (perdagangan bebas) memang belum pasti.”

PM Abbott kunjungi pabrik “Toll Group” di kawasan bandara Tokyo

PM Abbott juga mengunjungi areal bandara Tokyo dimana pabrik perusahaan logistik “Toll Group” beroperasi.

Perusahaan ini adalah perusahaan Australia terbesar di Jepang, yang mempekerjakan 5000 tenaga kerja lokal dan melakukan 2000 transaksi pengiriman per bulan.

PM Abbott menerangkan, Toll adalah salah satu contoh perusahaan yang akan banyak diuntungkan dengan skema perdagangan bebas Jepang-Australia.

Jepang adalah partner perdagangan terbesar kedua Australia, dengan total transaksi di antara keduanya mencapai 70 milyar dolar, tahun lalu.

Pemerintah Jepang meminta pajak ekspor mobil dari negaranya turun 5%, sehingga harga rata-rata mobil Jepang di Australia bisa turun sekitar 1000 dolar.

Menlu Bishop diminta klarifikasi atas pernyataannya soal Jepang

Dalam sebuah wawancara program ABC bertajuk “Insiders,”Menteri Luar Negeri Australia,Julie Bishop, diminta menanggapi apakah Jepang merupakan sekutu atau hanya mitra dekat Australia.

“Julia Gillard, ketika dia memberikan keterangan di kantor pers nasional Tokyo menyebutkan, Jepang adalah mitra terdekat Australia di Asia. Sementara Tony Abbott menggunakan istilah lain, “Sahabat,” untuk menggambarkan hubungan kedua negara ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, “Anda bisa punya sekutu lain, tapi yang jelas, sekutu besar kita adalah Amerika Serikat.”