ABC

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern Hamil di Usia 37 Tahun

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengumumkan jika dirinya hamil dan akan menjadi "Perdana Menteri yang juga seorang ibu."

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Berita ini muncul setelah dia pernah ditanya soal menjadi ibu saat ia pertama kali terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh Selandia Baru.

Pengumuman ini diunggahnya di Twitter. Ia mengatakan akan "bergabung bersama banyak orang tua yang memiliki peran ganda".

"Saya akan jadi Perdana Menteri dan seorang ibu, sementara Clarke (nama pasangannya) akan jadi "pemancing" dan menjadi ayah di rumah," tulisnya.

Ia terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada bulan Agustus 2017 dan langsung ditanya bagaimana menyeimbangkan karirnya dan potensi menjadi seorang ibu.

PM Ardern mengatakan wakil Perdana Menteri Winston Peters akan bertindak sebagai pejabat semenatra perdana menteri selama enam minggu, setelah bayinya lahir.

"Peter dan saya memiliki hubungan yang baik, dan saya tahu kita bisa membuat periode ini berjalan... pada masa akhir cuti, saya akan melanjutkan semua tugas perdana menteri," katanya dalam sebuah pernyataan lewat email.

PM Ardern mengatakan dia dan pasangannya bahagia dengan berita tersebut.

Sejumlah orang sedang berdiri
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern (kedua dari kanan) dan pasangannya, Clarke Gayford (ketiga dari kanan).

AAP: David Rowland

Ia mengetahui kehamilannya pada bulan Oktober 2017, enam hari sebelum dia terpilih sebagai Perdana Menteri.

Ia mengatakan sekembalinya kerja, pasangannya, yakni Clarke Gayford akan tinggal di rumah dan merawat bayinya.

"Tahun 2018 menjadi tahun dimana saya jadi ibu, tapi juga jadi tahun dimana pemerintahan selesai dengan 100 hari pertama dan mulai mengerjakan prioritas yang akan membuat Selandia Baru lebih baik. Saya tak sabar lagi untuk memimpin pekerjaan itu dan sedikit mengembangkan keluarga saya untuk bergabung dalam perjalanan ini," ujarnya.

PM Ardern mengatakan kehamilannya bukan hanya jadi satu-satunya tonggak sejarah bagi pemerintah tahun ini.

Pemimpin Partai Buruh berusia 37 tahun tersebut memimpin Selandia Baru sejak Oktober 2017, yang mengakhiri pemerintahan Partai Nasional yang sudah berkuasa selama 10 tahun.

Artikel ini dirangkum dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.