ABC

PM Scott Morrison Tingkatkan Hukuman Pelaku Sabotase Makanan

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pemerintah akan mengusulkan hukum baru sehingga mereka yang terbukti melakukan sabotase terhadap makanan akan dikenai hukuman lebih berat.

Scott Morrison menggambarkan mereka yang berada di belakang insiden buah stroberi yang berisi jarum jahit sebagai 'pengecut' dan mendesak agar warga terus membeli stroberi namun berhati-hati.

Pemerintah Federal Australia ingin menaikkan hukuman maksimal dari 10 tahun menjadi 15 tahun bagi mereka yang terbukti melakukan sabotase makanan.

Sekarang ini di Australia buah stroberi yang dijual di beberapa toko dan supermarket ditemukan berisi jarum jahit.

Pada awalnya, stroberi yang bermasalah berasal dari Quensland, namun pembeli yang menemukan jarum jahit berada di Victoria dan negara bagian lain.

Namun dalam beberapa hari terakhir, stroberi asal Australia Barat juga ditemukan berisi jarum jahit.

Pihak berwenang mengatakan bahwa pada awalnya memang tindakan itu sengaja dilakukan pekerja pertanian stroberi namun sekarang ada beberapa pihak yang ikut-ikutan melakukan sabotase.

Selain hukuman mengenai pencemaran ke dalam makanan, pemerinta juga akan mengajukan hukum baru berkenaan dengan tindakan yang secara sengaja mencemari buah, dengan hukuman yang sama.

"Ini bukan lelucon, ini tidaklah lucu." kata Morrison.

"Anda membuat kehidupan warga Australia yang sudah bekerja keras terancam, dan anda menakut-nakuti anak-anak, dan ini adalah tindakan pengecut."

"Beberapa orang idiot, dengan alasannya sendiri terlibat dalam tindakan sabotase, dan ini mengancam kehidupan banyak orang."

Jaksa Agung Australia Christian Porter mengatakan hukum tersebut akan dibuat hari Rabu (19/9./2018) dan diharapkan lolos di parlemen minggu ini.

Porter mengatakan hukum baru tersebut juga akan mencakup hukuman bagi mereka yang membuat pernyataan palsu mengenai kontaminasi makanan di media sosial.

"Bahkan bila pun mereka bermaksud memberikan peringatan agar orang lain tidak memakannya, mereka bisa terlibat dalam tindakan yang sangat serius." kata Porter.

Pemerintah Australia sudah mengumumkan akan memberikan dana $AUD 1 juta (sekitar Rp 10 miliar) guna menangani krisis sabotase stroberi ini.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini