ABC

PM Australia Memuji Kuatnya Hubungan dengan Israel

Perdana Menteri Malcolm Turnbull menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama industri pertahanan dengan Israel usai bertemu PM Benjamin Netanyahu di Yerusalem.

Setelah sambutan seremonial yang hangat, kedua pemimpin membahas berbagai masalah mulai dari ancaman terorisme atas nama Islam dan kebutuhan memperketat keamanan dunia maya serta meningkatkan kerja sama investasi kedua negara.

Namun, PM Turnbull mengatakan dirinya dan PM Israel memiliki "perspektif berbeda" terkait kesepakatan nuklir Iran.

"Kami sangat memahami kekhawatiran dan kecemasan nyata Israel mengenai Iran yang beralih ke senjata nuklir. Namun kami tidak yakin, dengan menjauh dari kesepakatan tersebut akan membawa manfaat dalam mencegah proliferasi semacam itu," katanya.

PM Turnbull mengunjungi Israel untuk memperingati 100 tahun Pertempuran Beersheba. Namun kedatangannya tertunda sebagai dampak dari keputusan Mahkamah Agung (High Court) Australia terkait kewarganegaraan ganda sejumlah politisi.

PM Turnbull mengatakan hubungan kedua negara sangat kuat, baik di tingkat pemerintahan maupun pribadi.

"Keberanian orang Australia dalam berjuang mempertahankan nilai-nilai yang sama dengan yang menjadi dasar pendirian negara Israel," katanya.

"Nilai kebebasan dan demokrasi yang sama, aturan hukum, hak untuk bisa hidup sesuai keinginan sendiri dan tidak didikte," tambahnya.

"Pertemuan kami sangat hangat, diskusi konstruktif berjalan sangat bagus. Bibi dan saya sangat sejalan. Bibi dan Sara serta Lucy dan saya sangat sejalan. Jadi hubungan ini sangat bagus, baik di tingkat pemerintahan maupun secara pribadi," ujar PM Turnbull.

Prime Minister Malcolm Turnbull and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu walk past a defence force guard of honour.
PM Malcolm Turnbull dan PM Benjamin Netanyahu disambut secara kemiliteran.

GPO: Kobi Gideon

PM Netanyahu pun membalas pujian tersebut. Menurut dia, ada "sejarah panjang" antara kedua negara.

"Malcolm, Anda teman sejati Israel. Australia adalah teman sejati Israel. Saya merasakan hal ini selama kunjungan ke Australia belum lama ini," katanya.

"Saya kira kedua negara kita saling memahami satu sama lain secara lebih dalam. Kita menghargai nilai perdamaian, kebebasan, demokrasi," ujarnya.

"Kita melawan kekuatan Islam militan yang sama, yang bukan hanya mengancam kedua negara kita tapi juga peradaban kita yang sama," kata PM Netanyahu.

"Komitmen pribadi Anda ke Israel sangat jelas dan sangat dihargai oleh setiap warga negara Israel," katanya seraya menambahkan, "Persahabatan ini setidaknya sudah berusia seabad."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.