ABC

Pisahkan Tingkat Kematangan Alpukat Bisa Naikkan Penjualan

Inisiatif baru untuk menghentikan pembeli meremas alpukat untuk menguji kematangan buah ini telah menghasilkan separuh buah yang memar dan penjualan alpukat yang lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan awal tahun ini telah menemukan, 97 persen pelanggan meremas alpukat untuk menguji kematangannya sebelum membeli, yang membuat daging alpukat kecoklatan setelah buahnya dipotong terbuka.

Untuk meningkatkan kualitas dan memastikan kepuasan pelanggan, industri alpukat, dengan uang yang dibayarkan kepada Lembaga Inovasi Hortikultura Australia, mempekerjakan sebuah perusahaan pemasaran untuk menemukan cara lain agar konsumen bisa menentukan apakah alpukat matang saat dijual.

CEO Produce Marketing Australia, John Baker, ditugasi dengan tantangan itu dan mengatakan, memastikan buah matang selalu tersedia di swalayan adalah langkah pertamanya.

"Yang kedua adalah memisahkan buah yang dipajang sesuai dengan tingkat kematangannya," katanya.

Rak diberi kode warna sesuai dengan tingkat kematangan, dan strategi itu dilengkapi dengan penanda yang memberi tahu pelanggan buah mana yang bisa dibeli disesuaikan dengan kapan mereka ingin memakannya.

Uji coba di swalayan

Meski semua swalayan besar, termasuk Coles, Woolworths, IGA, Costco dan Aldi dikonsultasikan, skema ini justru diujicobakan di swalayan independen di seluruh wilayah New South Wales, kawasan Queensland dan Sydney pada semester pertama tahun ini.

Baker mengatakan sistem itu efektif soal biaya dan bisa diterapkan oleh masing-masing toko secara mandiri.

"Kami mengujicobanya secara jarak jauh tanpa kontak apa pun selain melalui telepon dan mengirim alat ke toko-toko ini," katanya.

"Sistem ini bagi pengecer bisa diimplementasikan untuk sekitar $ 50 (atau setara Rp 500 ribu) - itu adalah alas pajangan dan kartu penanda yang disesuaikan."

Program pelatihan ritel daring juga dikembangkan untuk mengajarkan staf toko soal praktik terbaik untuk memesan, menerima dan menyimpan alpukat, serta mendidik mereka pada proses pematangan.

Hingga kini, alpukat dengan tingkat kematangan beragam disatukan di rak swalayan.
Hingga kini, alpukat dengan tingkat kematangan beragam disatukan di rak swalayan.

ABC Rural: Renee Cluff

Buah lolos uji coba

Percobaan itu menghasilkan pengurangan 60 persen terhadap bekas ‘remas’ pada alpukat."Itu karena ada banyak orang yang tidak meremas dan orang-orang memilih buah yang tidak diremas beberapa kali sebelum seseorang benar-benar memilihnya," kata Baker.

Hasil lainnya yang lebih tak terduga adalah peningkatan 30 persen dalam jumlah buah yang terjual.

Baker bersikeras bahwa harga alpukat yang rendah, sebagai hasil dari rekor produksi selama masa percobaan, tidak mengubah hasilnya.

"Kami mengujicobakan ketika konsumen membayar buah itu $ 5, $ 6 dan hingga $ 7 (atau setara Rp 50, 60 dan 70 ribu) pada bulan Januari dan Februari hingga ke Maret serta saat ini ketika Anda bisa membeli dua buah alpukat seharga $ 5 (atau setara Rp 50 ribu) ketika mereka dihargai khusus," katanya.

"Bagaimanapun, ada peningkatan 30 persen dalam penjualan pada periode awal ketika harganya benar-benar tinggi dan peningkatan yang sama sekarang ini."

Alpukat trus dimatangkan di luar pohon, tapi sulit mengetahui kapan mereka siap untuk dimakan.
Alpukat trus dimatangkan di luar pohon, tapi sulit mengetahui kapan mereka siap untuk dimakan.

ABC Rural: Renee Cluff

Praktek ke depan

Sistem ini sekarang dipromosikan ke semua pengecer kelontong dan sudah diadopsi oleh Asosiasi Pengecer Independen Australia (IGA), yang memasok 600 toko dengan penanda dan kotak-kotak rak.

Baker mengatakan, sementara serapannya lebih lambat di antara supermarket besar, beberapa sudah mengadaptasikan sejumlah langkah tersebut.

"Coles melihat manfaatnya dan apa yang mereka lakukan adalah memasang penanda mereka sendiri untuk menjelaskan kepada pelanggan mereka tahap kematangan yang berbeda untuk alpukat," katanya.

"Pengecer telah mengatakan kepada kami, jika ada sesuatu yang akan memberi mereka peningkatan penjualan sebesar 30 persen, mereka lebih dari sekadar ingin untuk melakukan hal itu."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.