Pilkada Jakarta Digelar di Tengah Ketegangan
Menerobos gang-gang sempit di kawasan Tambora, Jakarta Barat, terasa agak berkesan. Gelap, becek, namun penuh kehidupan. Jurnalis ABC ke sana menjelang Pilkada Jakarta putaran kedua yang digelar Rabu 19 April 2017.
Di setiap sudut gang, tampak pemandangan baru, aroma baru dan kebisingan baru.
Kawasan Tambora ini merupakan salah satu yang paling padat di dunia, tercatat sekitar 260 ribu warga bermukim di wilayah seluas 5 km persegi. Tak tampak bangunan tinggi di sana.
“Warga sudah bermukim di sini sejak lama,” kata seorang warga bernama Hasbuna kepada ABC.
“Mereka semua nyaman tinggal di sini,” tambahnya.
Seorang perempuan bernama Risma mengaku sudah tinggal di sana selama 20 tahun.
“Saya tidak masalah tidak di sini,” ujarnya seraya menjulurkan kepalanya dari kamar yang gelap.
“Tempatnya nyaman ditinggali. Biar pun kami tinggal di kawasan padat, kami merasa nyaman. Di sini kami sangat toleran,” ujarnya.
Pertarungan sengit
Hari Rabu 19 April 2017, penduduk Tambora akan ambil bagian bersama sekitar 7 juta warga DKI yang memiliki hak pilih dalam pilkada Jakarta putaran kedua.
“Pemerintah sekarang ini kurang memperhatikan rakyat kecil,” ujar Risma.
"Mereka seharusnya lebih memperhatikan rakyat kecil, pendidikan kami, kesehatan kami," katanya.
Pilkada putaran kedua ini akan memperebutkan jabatan Gubernur Jakarta yang disebut-sebut sebagai batu loncatan untuk bersaing di pilpres.
Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama yang kini menjalani persidangan kasus penistaan agama akan bersaing dengan mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan.
Calon lainnya Agus Yudhyono, putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhyono, telah kalah di putaran pertama pilkada pada Februari lalu.
“Tampaknya selisih antara keduanya semakin kecil,” kata pengamat Djayadi Hanan kepada ABC, mengenai peluang Ahok dan Anies.
“Saya kira bedanya sekitar 2 persen bahkan kurang, sehingga sangat dini untuk diketahui,” katanya.
Sebuah survei akhir pekan lalu oleh lembaga survei Indikator, menyebutkan Ahok meraih 47 persen dibanding Anies 48 persen, dan sisanya belum memutuskan.
Agama di tengah pertarungan politik
Pilkada Jakarta ini tak terbantahkan lagi merupakan pertarungan berbasis agama.
Sebagai penganut Kristen dan keturunan China, Ahok merupakan minoritas dobel. Kelompok konservatif Islam yang menggelar aksi protes terhadap Ahok tahun lalu berdalih bahwa Alquran melarang umat Islam memilih pemimpin non Muslim.
Namun seorang tokoh Muslim Ahmad Ishomuddin menentang tuduhan penistaan agama terhadap Ahok.
Dia hadir menjadi saksi meringankan bagi Ahok di Pengadilan Jakarta Utara. Menurut dia, Ahok tidak berniat menghina Islam ketika menyebut salah satu surat Alquran dalam pidatonya.
Sejak itu, Ishomuddin mengaku telah menerima ancaman pembunuhan.
“Mereka ingin memenggal leher saya, mereka ingin membunuh saya,” ujarnya.
“Orang-orang itu ingin menyatukan semua orang dalam negara Islam, mereka ingin negara yang berdasarkan hukum syariah,” kata Ishomuddin.
“Tujuan utama mereka adalah memecah belah negara ini, menciptakan kekacauan,” tambahnya.
Tak terhindarkan
Ishomuddin diberhantikan dari posisinya di MUI setelah menyuarakan sikapnya dalam kasus ini.
Ahok sendiri menghadapi ancaman hukuman 5 tahun jika terbukti bersalah. Rencananya pada Hari Kamis atau sehari setelah pencoblosan, Ahok akan mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU.
Hanan menjelaskan, sangat sulit memprediksi apa yang akan terjadi pasca pencoblosan, namun kerusuhan tidak terhindarkan.
“Jika Ahok menang dan tidak dipenjara, potensi kekacauan akan sangat tinggi,” katanya.
“Jika Ahok kalah dan tidak dipenjara, tetap berpotensi kacau namun tidak begitu tinggi,” tambahnya.
“Jika Ahok menang dan dipenjara, potensi kekacauan juga tetap ada,” kata Hanan.
Skenario lainnya adalah Ahok kalah di pilkada dan dihukum penjara, yang akan menyebabkan para pendukungnya melancarkan aksi demonstrasi.
Pengamanan ketat
Pengamanan diperketat di Jakarta di saat pencoblosan, dengan satu polisi dan satu tentara akan menjaga setiap TPS yang berjumlah sekitar 13 ribu TPS.
Pihak kepolisian berhasil meminta penundaan sidang Ahok hingga selesai pencoblosan di tengah kekhawatiran akan menciptakan ketegangan. Vonis terhadap Ahok kemungkinan akan dijatuhkan pada akhir Mei.
Ahok disukai sebagian karena sikap dan tindakannya yang anti korupsi dalam meningkatkan infrastruktur di ibukota.
Bersama pasangannya yang kini menjadi Presiden Joko Widodo, dia membongkar 12 kawasan kumuh di Jakarta dan merelokasi penduduknya ke bangunan bertingkat.
Namun bahwa penduduk kawasan kumuh Tambora, ketakutan digusur telah menjadi alasan bagi mereka untuk tidak memilih Ahok.
“Semua warga di sini sudah nyaman,” ujar Hasbanu mengenai warga di sana.
“Biar pun mereka hidup seperti ini,” tambahnya.
Diterbitkan Selasa 18 April 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.