ABC

Pesawat Yang Jatuh Ke Sungai Australia Pernah Dinyatakan Hancur

Menurut dokumen biro transportasi Australia, pesawat amfibi yang jatuh di Sungai Hawkesbury, negara bagian New South Wales (NSW), pada Malam Tahun Baru dan menewaskan 6 orang sebenarnya pernah dinyatakan 'hancur' dalam kecelakaan fatal 20 tahun lalu.

Bagian utama dari pesawat de Haviland DHC-2 Beaver berusia 55 tahun ini sendiri, termasuk mesin, baling-baling depan dan ekornya, telah diangkat keluar dari air, setelah jatuh ke Sungai Hawkesbury.

Bangkai kapal telah diturunkan ke sebuah tongkang dan ditutupi dengan terpal karena sifat operasi yang sensitif.

Semua bagian, termasuk pelampung pesawat yang sudah ditemukan, akan dibawa ke Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) di Canberra untuk dianalisis.

Sebelumnya, sebuah laporan dari ATSB mengungkap, pesawat itu dulunya berfungsi sebagai penyemprot pestisida di lahan pertanian yang terlibat dalam kecelakaan serius di dekat wilayah Armidale, NSW, menewaskan sang pilot.

Para penyidik tak mampu menemukan penyebab kecelakaan itu tapi disebutkan bahwa kemungkinan mesin pesawat tiba-tiba berhenti dan pilot tak mampu mengendalikan pesawat sebelum ia jatuh ke daratan.

Laporan tersebut menyatakan, pesawat itu 'hancur', tapi Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil telah mengonfirmasi bahwa seorang insinyur spesialis telah memeriksa kerusakan itu dan mengatakan bahwa pesawat bisa diperbaiki.

Pesawat amfibi de Haviland DHC-2 Beaver berusia 55 tahun, yang sempat berbelok ke kanan sebelum jatuh ke sungai di utara Sydney, itu baru saja menjalani pembaruan mesin.

Pesawat itu diproduksi di Kanada pada tahun 1963 dan dibawa ke perusahaan Sydney Seaplanes pada tahun 2006.

ATSB masih menyelidiki apa yang terjadi di detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh ke Sungai Hawkesbury tapi disebutkan bahwa tidak ada bukti masalah sistemik dengan pesawat tersebut.

Sayap pesawat diangkut dari perairan Teluk Jerussalem.
Sayap pesawat diangkut dari perairan Teluk Jerussalem.

AAP Image: Mick Tsikas

Keluarga berterima kasih kepada saksi

CEO asal Inggris, Richard Cousins, kedua putranya, tunangannya dan putrinya yang berusia 11 tahun meninggal saat pesawat tersebut, yang kembali dari restoran kelas atas, itu terjun ke sungai.

Saudara laki-laki dari Cousins, Simon dan Andrew Cousins, baru saja tiba di Australia dan pada hari Kamis (4/1/2018) mengeluarkan pernyataan pertama mereka sejak kecelakaan itu.

"Kami beruntung dan bersyukur atas curahan cinta dan dukungan yang kami terima dari seluruh dunia," kata mereka.

"Kami sangat tersentuh akan penghormatan kepada Richard, William, Edward, Emma dan Heather di media dan seluruh masyarakat."

Kedua bersaudara itu mengatakan bahwa mereka berterima kasih kepada Polisi Air Sydney dan saksi-saksi bencana yang membantu di tempat kejadian.

"Kami juga berterima kasih atas dukungan luar biasa yang diterima dari Compass Group, perusahaan tempat Richard bekerja, Konsulat Jenderal Inggris di Sydney dan semua orang di Australia yang telah menyampaikan rasa duka cita mereka.”

"Atas nama keluarga besar kami, kami mengucapkan terima kasih telah mengizinkan kami untuk berduka secara pribadi selama masa sulit ini dan menghormati keputusan kami untuk tidak berpartisipasi dalam wawancara media apapun."

Richard Cousins adalah mantan CEO perusahaan layanan makanan terbesar di dunia, Compass Group.
Richard Cousins adalah mantan CEO perusahaan layanan makanan terbesar di dunia, Compass Group.

Supplied: Compass Group

Pesawat diangkat dari sungai

Operasi polisi untuk mengangkat pesawat itu dari sungai, yang diperkirakan berada di kedalaman 13 meter dari permukaan, telah dilakukan.

Para penyelam, yang menggunakan tabung suplai udara di permukaan dan berkomunikasi dengan kapal di atas sungai, menggunakan kantung pengangkat tiup untuk mengangkat pesawat ke permukaan.

Sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan pesawat, ATSB akan memeriksa informasi dari sejumlah ponsel dan kamera yang kemungkinan berada di dalam pesawat, begitu pula dengan saksi mata langsung yang mamlu memberi keterangan.

Jika kesalahan apapun dalam mesin pesawat ditemukan, ATSB akan segera memberi tahu pihak operator tapi belum ada bukti munculnya masalah yang lebih luas.

Biro itu menolak untuk mengatakan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh manuver menukik dan masih mengumpulkan kepingan informasi tentang apa yang terjadi sebelum pesawat itu jatuh.

Saksi mengikat tali ke ekor pesawat dalam upaya untuk menariknya ke daratan.
Saksi mengikat tali ke ekor pesawat dalam upaya untuk menariknya ke daratan.

Supplied

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.