ABC

Perusahaan Australia Kirim Vaksin Dengan Drone di Vanuatu

Seorang bayi berusia satu bulan di Vanuatu menjadi anak pertama yang diimunisasi menggunakan vaksin yang dikirim oleh pesawat nirlaba komersial ke pulau yang tidak dapat diakses di mana dia tinggal bersama keluarganya.

Pengiriman itu dilakukan oleh perusahaan Australia, Swoop Aero, setelah Pemerintah Vanuatu mengontrak perusahaan yang berbasis di Melbourne, Victoria itu untuk mengangkut vaksin penyelamat nyawa anak-anak yang rentan di bagian yang terpencil di negara Pasifik tersebut.

Sebuah pesawat tak berawak diterbangkan hampir 40 kilometer dari Teluk Dillon, di sisi barat Pulau Erromango, untuk mencapai seorang gadis berusia satu bulan Joy Nowai di Cook's Bay yang terpencil di timur Pulau itu.

Dia adalah satu dari 13 anak dan lima wanita hamil di daerah itu yang divaksinasi oleh perawat lokal. Daerah itu sendiri tidak memiliki akses listrik.

bayi pertama yang diimunisasi dengan vaksin yang dikirim dengan drone di Vanuatu
Joy kelewatan jadwal vaksinasi pertamanya setelah lahir karena layanan kesehatan terlalu jauh bagi ibunya untuk membawa dia ke klinik kesehatan.

Supplied: Unicef/Jason Chute

Dengan lebih dari 80 pulau yang tersebar di wilayah seluas lebih dari 1.600 kilometer, menyediakan layanan medis kepada masyarakat di seluruh Vanuatu bukanlah tugas yang mudah.

Hanya sepertiga dari pulau-pulau yang berpenghuni di kepulauan itu yang telah memiliki sarana jalan dan jalur udara.

Dampaknya, hampir 20 persen anak-anak di negara Pasifik itu tidak menerima vaksin masa kanak-kanak yang vital, menurut angka yang diberikan oleh Unicef, yang mendukung proyek tersebut.

Unicef berharap akan dapat memperluas uji coba pengiriman vaksi lewat drone ini, yang memungkinkan vaksin tersebut dapat mencapai wilayah tujuannya dalam hitungan jam, bukan hari - yang sangat penting karena obat-obatan harus tetap dalam kondolisi dingin agar tetap layak.

"Sangat sulit untuk membawa kotak es untuk menjaga vaksin tetap dingin saat berjalan melintasi sungai, gunung, melalui hujan, di tepian berbatu," turut Miriam Nampil, perawat yang menyuntikkan vaksin

"Saya sangat mengandalkan moda transportasi perahu, yang sering dibatalkan karena cuaca buruk. Karena perjalanannya sering panjang dan sulit, saya hanya bisa pergi ke sana sebulan sekali untuk memvaksinasi anak-anak."

Meskipun drone telah digunakan untuk mengangkut obat-obatan sebelumnya, Unicef mengatakan bahwa penerbangan kemarin merupakan pertama kalinya pemerintah Vanuatu mengontrak perusahaan drone komersial untuk membantu menggulirkan layanan vaksinasi.

Direktur Eksekutif Unicef Henrietta Fore menyebut penerbangan pendek sebagai "lompatan besar untuk kesehatan global", dengan harapan program yang diujicoba di Vanuatu ini dapat diperluas ke negara lain.

"Dengan dunia yang masih kesulitan untuk mengimunisasi anak-anak yang paling sulit dijangkau, teknologi drone dapat menjadi terobosan signifikan yang dapat menjembatani daerah terujung untuk menjangka setiap anak," katanya.

"Pengiriman vaksin yang baru pertama kali ini dilakukan memiliki potensi besar tidak hanya untuk di Vanuatu, tetapi juga untuk ribuan anak-anak yang terlewatkan kesempatan mendapatkan vaksin di seluruh dunia."

drone mendarat du Cook's Bay Vanuatu
sebuah pesawat nirawak mendarat du Cook's Bay Vanuatu sebagai bagian dari uji coba yang didukung Unicef untuk mengirimkan vaksin.

Supplied: Unicef/Jason Chute

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.