ABC

Pertama Kali, Ilmuwan Selami Dasar Laut Kutub Selatan

Para ilmuwan akan segera menyelami perairan Antartika atau Kutub Selatan untuk menguji kondisi laut di masa mendatang dan mempelajari dampak dari pengasaman.

Lebih dari 80 orang yang meliputi ilmuwan, insinyur, dan para penyelam akan berada di kapal Aurora Australis ketika meninggalkan Pos Davis pada 22 Oktober malam waktu setempat.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan akan mencoba untuk menguji kondisi laut Antartika dalam sebuah eksperimen besar yang dilakukan di dasar laut.

Para penyelam dan tim pendukung bersiap-siap untuk menyelam di Antartika atau Kutub Selatan. (Foto: Glenn Johnstone, Australian Antarctic Division)

Ketika karbon dioksida larut dari atmosfer menuju ke laut, air laut menjadi lebih asam.

Para ilmuwan memprediksi, pada tahun 2100, laut akan menjadi 2,5 kali lebih asam dibanding saat ini.

Teori itu akan diuji oleh sebuah tim yang berbasis di Pos Casey, Antartika, yang akan membangun ruang bawah air khusus.

Karbon dioksida akan dimunculkan untuk mengukur dampaknya pada makhluk di dasar laut.

Ekologis laut dari instansi pemerintah Australia ‘Antarctic Division’, Dr. Jonny Stark, mengatakan, proyek ini akan memberi para ilmuwan sebuah jendela untuk melihat masa depan.

“Kami akan mampu mendeteksi perubahan apapun di komunitas dasar laut selama penelitian 4 bulan ini, lihat apa yang terjadi pada binatang dan tumbuhan dan bagaimana hubungan antara air dan endapan dasar laut berubah tiap waktu,” jelasnya.

Kamar eksperimen yang dibangun akan dilengkapi dengan alat pengukur aliran air, sensor suhu, dan kamera, yang akan merekam semua perubahan di lingkungan itu.

Sistme pipa dan pompa yang kompleks akan bekerja 24 jam sehari untuk menarik air laut ke permukaan, di mana ia akan diperkaya dengan karbon dioksida, sebelum dipompa kembali ke bawah es laut dan diarahkan kembali ke kamar eksperimen.

Eksperimen ini akan dilakukan selama bulan November 2014 hingga Maret 2015.

Beberapa anggota tim penelitian sudah terbang ke Kutub Selatan minggu lalu.

Gangguan es laut

Robb Clifton dari ‘Antarctic Division’ Australia mengatakan, kondisi es laut di Antartika timur, saat ini, sungguh menantang.

Ia mengungkapkan, es laut yang menebal membuat proyek penyelaman ini semakin sulit untuk dilakukan.

“Tapi kami sudah tahu tentang itu. Maksud saya, teori yang kami punya menginformasikan bahwa ini yang kami hadapi sehingga kami menyiapkan sejumlah rencana agar jika kami terhambat karena kondisi es yang sulit, kami masih bisa melakukan sebanyak mungkin yang kami bisa,” ujarnya.

Ia menambahkan, “"Kami sedang memantau situasinya dengan seksama seiring citra satelit terbaru menunjukkan adanya es laut yang luas di sekitar Pos Davis, tapi kami tidak tahu di mana itu hingga kita tiba di sana.”