ABC

Persaingan Antar Retail Busana di Australia Semakin Sengit

Pembukaan gerai raksasa mode H&M pertama di Australia disambut gembira ribuan pembeli yang bersemangat berbelanja, tetapi disisi lain kehadirannya memicu keprihatinan sektor ritel Australia yang mengkhawatirkan semakin meningkatnya persaingan antar retail di sektor industri busana di dalam negeri

Label asal Swedia itu merupakam salah satu pemain kunci dalam gerakan "mode cepat", di mana siklus produksi  baju-baju yang mereka keluarkan sangat singkat  dan dijual dengan  harga murah.

Gerai pertama label H&M di Australia menempati toko berlantai 3 seluas 4.500 meter persegi di salah satu pertokoan yang menjadi ikon kota Melbourne gedung GPO.  Ini merupakan gerai H&M yang ke-1.600 di 53 negara di seluruh dunia.

Manager H&M Australia, Hans Andersson mengatakan perseroannya  menargetkan Australia karena merupakan satu-satunya negara di dunia yang belum terdapat gerai mereka.

Andersson yakin labelnya  akan menuai keuntungan dari warga Australia yang lumayan banyak bepergian.

"Kami telah melakukan survey di Australia tahun lalu dan hasilnya  menunjukan kalau saat ini belum ada satupun gerai H&M di Australia, padahal label kami lebih dikenal disini ketimbang di Amerika dimana sudah terdapat 300 gerai toko yang dibuka sejak lama,” jawab Anderson.

Lebih dari 3,000 orang mengantri pada acara pembukaan toko itu sejak pagi hingga malam dan banyak diantara mereka merupakan pelanggan H&M yang  telah mengenal label itu di luar negeri.

Analis dari Retail Dunia IBIS, Caroline Finch mengatakan H&M akan bersaing dengan retail lain di kelasnya seperti Zara dan Uniqlo.

Finch meramalkan kehadiran H&M akan ikut mendorong persaingan di rantai retail kelas menengah, seperti Dotti dan Cotton On menjadi lebih menantang.

"Apa yang membedakan label ini dari retail lainnya adalah model bisnis mereka yaitu – mode cepat – mereka memproduksi baju-baju mereka lebih cepat dibanding toko retail lain,” kata Finch.

"Mereka hadir untuk mengejar trend busana terkini, ketika selebriti menggunakan tren busana  tertentu dan terkenal di internet – dan orang-orang mungkin sudah tidak berminat lagi memakainya tahun depan karena mereka sangat sadar dengan tren busana,” paparnya

Fashion berkelanjutan

Finch menambahkan sebenarnya mode cepat  yang diusung H&M ini hanya mungkin untuk toko dengan kekuatan modal besar seperti H & M, yang memiliki 900 pemasok di seluruh dunia.

"Di pasar di mana mode cepat lebih aman seperti Eropa dan Asia, ada kekhawatiran yang cukup tentang apa yang terjadi pada semua produk ini ... apa yang terjadi di tingkat lingkungan," kata Finch.

Konsultan fashion dan advokasi untuk model fashion yang berkelanjutan, Fabia Pryor, mengatakan label mode cepat seperti H & M telah memberikan konsumen pemahaman yang keliru mengenai harga pakaian.

"Pasar sedang dibanjiri oleh banyak pakaian murah saat ini dan konsumen mulai terbiasa dengan membeli hal-hal yang hanya  mereka pakai dalam waktu singkat,  dan membuangnya setelah terpakai,” katanya.

"Ketika hal itu  menjadi bahan acuan, konsumen jadi kurang menghargai pakaian yang masa pakainya lama.”

"Menurut saya kita perlu mendorong para pemain independen untuk datang dan membantu mereka menggunakan model busana yang lebih lambat siklus produksi dan pemakaiannya."

Retail Australia berbenah

Sementara itu mengomentari kehadiran raksasa mode H&M di negaranya, Asosiasi Retail Australia (ARA) mengaku tingkat persaingan usaha saat ini sangat ketat, dan retail Australia harus meningkatkan upayanya dan memberikan penawaran yang lebih baik kepada konsumen.

"Pelaku retail di Australia menyadari saat ini  terjadi persaingan yang sangat ketat di pasar domestic, H&M hanya satu dari ratusan retail yang datang membuka gerai di Australia, dan jumlah pesaing seperti itu akan terus bertambah,” kata Direktur Eksekutif ARA,  Russell Zimmerman.

Dia mengatakan retail yang lebih kecil bisa menggunakan internet untuk mendongkrak keuntungan mereka.

"Yang cukup menarik adalah retail mandiri berskala kecil telah banyak yang pindah ke jalur pemasaran online  dan melakukannya jauh lebih baik daripada retail besar,” tambahnya.

Secara keseluruhan, total nilai retail industri busana Australia mencapai AUD$21 miliar dan keuntungannya terus menurun selama beberapa tahun terakhir. Meski demikian sejumlah pengamat memperkirakan pasar retail busana Australia akan kembali meningkat dengan ketatnya persaingan dalam kurun waktu lima tahun mendatang.