ABC

Perempuan Pilih Menjomblo Karena Ingin Mandiri

Apakah hubungan asmara menahan Anda?

Kian sedikit orang di Australia menikah dan semakin banyak yang bercerai. Dan terutama perempuan cenderung menemukan sisi positif menjalani petualangan hidup sendirian.

Sebuah studi yang dirilis tahun ini di Journal of Women's Health yang melibatkan 80.000 perempuan menunjukkan sebagian besar mereka menjadi lebih sehat ketika bercerai atau berpisah dengan suami mereka.

Tanda-tanda peningkatan kesehatan termasuk penurunan indeks bobot tubuh (body mass index/BMI), lingkar pinggang, dan tekanan darah diastolik, seperti juga asupan makanan yang lebih baik dan aktivitas fisik yang lebih besar.

Penelitian lain menunjukkan perempuan lebih bahagia daripada laki-laki menjadi tanpa pasangan atau 'menjomblo', seperti survey atas 3.500 orang Australia pada 2014 yang menemukan 76 persen perempuan dilaporkan merasa lebih puas dengan kehidupan lajang dibandingkan 67 persen pada pria.

Baru bulan lalu seorang perempuan Italia yang "menikahi dirinya sendiri di depan 70 orang dekatnya" mengatakan kebahagiaannya tidak bergantung pada menemukan seorang pria.

"Kita semua pertama-tama harus mencintai diri kita sendiri," kata dia.

'Saya membungkus diri sendiri'

Pada usia 22 tahun, Emma Dignon dari Adelaide mengatakan dia belajar bahwa hidup tidak hanya melulu tentang berpasangan.

Emma berfoto selfie
Emma Dignon mengatakan banyak hal dalam hidup selain hubungan asmara

Supplied: Emma Dignon

Dalam hubungan dia sebelumnya, dia melepaskan semuanya yang membuat dia bahagia dan membuat hidup sepenuhnya tentang kekasihnya.

"Saya kehilangan semua kemampuang mengarahkan diri, dan ketika hubungan berakhir saya harus mengguncang diri sendiri untuk melihat saya telah menjadi apa — sebuah cangkang dari diri saya yang lama yang bersemangat," kata dia.

Emma yang menyebutkan dirinya sebagai feminis mengatakan kurva belajar yang besar telah mengubah pandangannya dalam kebutuhan pada seorang pria.

"Anda tidak perlu memiliki pernikahan atau anak untuk bahagia," kata dia.

"Begitu banyak hal dalam hidup yang bisa Anda lakukan untuk mencari kebahagiaan.

"Agak sebuah kontruksi sosial kalau Anda diharapkan selesai sekolah, mencari pekerjaan, menikah dan punya anak. Satu jalan itu tidak menjamin sebuah hidup yang bahagia," kata dia.

Sikap Emma tidak mengejutkan bagi pelatih kencan Karina Pamamull yang mengatakan perempuan semakin banyak , who said women were increasingly saving love for later.

"Jika Anda melihat seseorang berusia 20an dan 30an, mereka sepertinya lebih fokus pada kesenangan dan pertemanan mereka, jadi mereka tidak menyerah, tapi mereka hanya tidak siap untuk cinta," kata dia.

Emma mengatakan dia tidak bersumpah untuk menjauhi hubungan asmara selamanya — cuma mendekatinya dengan lebih hati-hati.

"Sebagai perempuan lajang saya dapat melakukan apa saja yang saya mau, kapan saya mau. Hidup saya terbangun dengan cara yang saya mau.

"Tapi saya tidak anti hubungan asmara, cuma anti diperlakukan apa saja yang kurang dari yang sepantasnya saya terima."

'Saya mencintai kebebasan hidup melajang'

Natasha Dwyer, 39 tahun, telah menjomblo selama tiga tahun terakhir dan mengatakan kebebasan yang baru ditemukannya telah sangat membebaskan.

Natasha Dwyer sits on a park bench
Natasha Dwyer from Sydney says she never feels lonely.

Supplied: Natasha Dwyer

"Saya telah masuk dan keluar hubungan sejak saya remaja — konyol," kata desainer dari Sydney ini.

"Saya percaya kita dikondisikan bahwa bagian dari hidup, selain dilahirkan dan meninggal, adalah Anda menikah atau berpasangan dengan seseorang."

Setelah sebuah ikatan hubungan yang panjang Natasha mulai mempertanyakan dirinya, kenapa?

"Itu yang orangtuamu lakukan, dan itu yang semua orang lakukan," kata dia.

"Tapi saya menyukai menjadi jomblo dan saya suka bertanggung jawab pada hidup dan kebahagiaan saya sendiri."

Natasha mengatakan dia merasa tercukupi dengan bisnisnya dan satu-satunya saat yang dia rindukan dari memiliki laki-laki adalah ketika ada hal-hal yang harus dikerjakan di sekitar rumah.

"Saya tidak pernah kesepian ... tapi saya memang perlu seseorang untuk memeriksa mesin cuci saya yang rusak," dia tertawa.

Apakah pilihan kunci untuk menjadi bahagia sendiri?

Fiona Barlow dari Jurusan Psikologi Universitas Queensland mengatakan ada bukti yang meningkat dari kecenderungan wanita menjadi tidak terikat.

Dr Barlow mengatakan ini terutama pada perempuan yang menjomblo karena pilihan.

"Ada banyak bukti kalau perempuan lajang bisa sangat bahagia, terutama jika tidak dipaksakan pada mereka."

Dia mengatakan alasan perempuan bisa mengatasi hidup sendiri lebih baik daripada laki-laki adalah kemampuan mereka untuk berjaringan.

"Perempuan lajang memelihara kelompok pertemanan yang sangat kuat melalui perjalanan hidup sehinggga mereka punya banyak teman untuk bersandar," kata dia.

"Pria menjalani risiko menjadi sedikit lebih terisolasi daripada perempuan, karena itu kenapa pernikahan bahagia dapat menjadi langkah perlindungan bagi pria untuk menemui kebutuhan sosialnya."

Tapi Pamamull mengatakan manusia tidak dirancang untuk melakukan hidup sendirian.

"Terkadang perempuan berhenti percaya kalau ada orang yang tepat di luar sana untuk mereka. Mereka telah menjalani begitu banyak kencan dengan orang yang salah sehingga mereka berhenti mencari," kata dia.

"Ada perempuan yang keluar dari hubungan yang telah lama seperti pernikahan dan mendapati urusan perkencanan sebuah tantangan — mereka mencoba menemukan jalan melalui Tinder dan melihat semua ketidakjujuran."

Akhirnya, dia melihat orang yang telah kecewa pada hubungan yang lalu dan tidak berniat menaruh hatinya pada pencarian lagi.

"Mereka mungkin telah mengalami kekerasan atau tersiksa secara emosional ... yang membutuhkan banyak eksplorasi dalam dan kadang mereka perlu berusaha melalui itu dengan seseorang yang lebih berpengalaman, seperti seorang psikologis, sebelum datang kepada saya," kata dia.

Tapi dia mengatakan punya pasangan untuk berbagi pengalaman adalah bagian hidup yang penting.

"Ada seseorang di sana di dekatmu sebagai dukungan dan teman dekat untuk berbagi perjalanan yang mana sangat kritis."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.