ABC

Perempuan Penyandang Keterbatasan Lebih Rentan terhadap Kekerasan

Perempuan Australia yang menyandang keterbatasan memiliki kemungkinan mengalami kekerasan dua kali lebih lipat lebih besar dibanding yang tidak menyandang keterbatasan.

Selain itu, penelitian juga membuktikan mereka akan mengalami kekerasan selama lebih lama, dan cedera yang mereka alami pun lebih berat.

Dr Leanne Doswe,  ketua penelitian Proyek Stop The Violence, atau Hentikan Kekerasan, di University of New South Wales. menyampaikan data tersebut pada Program RN Breakfast ABC.

Data yang sama menjadi fokus simposium nasional yang diadakan oleh Komisi HAM di Sydney, Australia, minggu lalu.

Menurut Doswe,yang menghadiri simposium tersebut, hal ini dikarenakan perempuan penyandang keterbatasan seringkali tergantung pada hubungan-hubungan tertentu dalam rangka perawatan mereka.

"Sering ada ketergantungan terhadap perawatan, pengobatan, dukungan dalam keluarga dan di rumah. Para perempuan seringkali tidak bisa meninggalkan hubungan yang merupakan bagian dari perawatan mereka, karena ada sifat ketergantungan pada hubungan-hubungan macam itu," jelasnya. 

Sistem pengadilan kriminal pun harus ditinjau kembali agar para pelaku kekerasan dimintai pertanggungjawaban, dan agar para perempuan dengan keterbatasan didukung hingga merasa percaya diri dan lebih bisa menceritakan apa yang terjadi.

Hal ini disampaikan Christina Ryan, General Manager kelompok advokasi untuk penyandang keterbatasan, Advocacy For Inclusion.

"...Banyak dari [perempuan penyandang keterbatasan] berfikir bahwa memang begitulah adanya, bahwa inilah hidup mereka dan inilah yang harus mereka terima," ceritanya.  

Silahkan dengar laporan selengkapnya dengan menggunakan pemutar audio. 

Laporan dari Katie Hamann, ABC.