ABC

Perempuan Bertubuh Besar Lebih Singkat Menyusui Anak

Wanita berbadan gemuk cenderung memilih menyusui anak lebih singkat karena khawatir dengan citra tubuh besar mereka. Demikian penelitian terbaru mengenai kebiasaan pemberian ASI pada anak di Australia.

Penelitian yang dilakukan Universitas Sunshine Coast dan Pusat Penelitian Gizi Anak mendapati hampir setengah dari ibu yang kelebihan berat badan berhenti memberikan ASI dalam 6 bulan pertama, dibandingkan dengan hanya 18 persen ibu yang  memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) rendah.

Salah satu peneliti, Dr Ruth Newby, mengatakan penelitian ini mendapati alasan mengapa wanita berbadan gemuk berhenti menyusui lebih cepat  bukan hanya karena pertimbangan biologis.

"Kami meneliti durasi menyusui wanita dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) mereka dan mendapati wanita yang memiliki tubuh lebih besar secara signifikan memiliki periode menyusui yang lebih singkat dibandingkan dengan kelompok perempuan yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil," paparnya.

"Kita mengetahui kalau semua ibu ingin melakukan yang terbaik bagi kesehatan bayi mereka, tapi kita juga tahu kalau perempuan bertubuh besar memiliki kesulitan untuk memenuhi target mereka sendiri dalam menyusui anak mereka,"

Kajian ini dilakukan sejak perempuan yang mereka survey mengandung, kemudian mereka ditanya akan berapa lama mereka berencana untuk memberikan ASI pada anak mereka.

Penelitian ini mendapati tidak ada perbedaan signifikan antara ukuran tubuh perempuan dengan keinginan lama menyusui mereka, atau kepercayaan diri atas kemampuan mereka mencapai periode waktu yang diharapkan tersebut.

Setelah mengikuti perkembangan ibu ini, penelitian ini menyimpulkan wanita bertubuh lebih besar kesulitan untuk mempertahankan keinginan lama menyusui mereka.

Kajian ini juga mendapati wanita yang bertubuh lebih besar merasa tidak nyaman menyusui didepan teman perempuan terdekat mereka.

"Sebagai bagian dari masyarakat kita hendak memastikan kalau anggota masyarakat kita mendapatkan gizi yang baik dan memiliki tingkat kesehatan yang baik,' kata Dr Newby.

"Bagi kalangan ibu, menyusui membantu mereka menurunkan berat badan setelah bayi lahir dan membantu mereka melindungi diri mereka sendiri dari kanker payudara dan kanker rahim dalam jangka panjang,"

Pelaku diet dan ibu dari 3 anak, Malika Collett saat ini masih menyusui anaknya yang paling kecil.

Meski mengaku telah menyusui ASI kedua anaknya yang lebih dewasa selama satu tahun, Collett mengaku dia memahami perasaan tidak nyaman yang dialami sebagian wanita setelah proses menyusui selesai.

Collett sendiri mengaku dia tidak memiliki masalah dengan berat badan saat menyusui, namun menurutnya beberapa situasi sosial memang membuatnya merasa gelisah tentang menyusui.
 
"Situasi dengan orang asing, terutama sekelompok orang yang saya tidak tahu, membuat saya merasa sangat tidak nyaman dan sadar ingin menutupi bagian tubuh atas Saya ketika menyusui,"
 
"Saya mungkin paling tidak nyaman ketika saya menyusui anak pertama."

 

Namun, Collett mengatakan penting untuk tidak memfokuskan perhatian pada citra tubuh sebagai satu-satunya hambatan untuk menyusui, karena ada banyak alasan lain wanita harus berhenti menyusui, termasuk masalah biologis dan praktis.

 

"Saya kira setiap ibu ingin melakukan yang terbaik untuk anak mereka dan ada banyak alasan mengapa mereka tidak bisa memberikan ASI pada anak mereka selama yang mereka inginkan daripada hanya sekedar masalah penampilan tubuh saja," kata Collett.

Dia mengatakan dirinya meyakini banyak motivasi wanita menyusui anaknya adalah karena manfaat kesehatan yang didapat dari memberikan ASI pada anak ketimbang masalah kehilangan berat tubuh.

"Saya kita tidak banyak wanita yang menyadari kalau menyusui dapat membantu mengurangi berat tubuh mereka dan saya kira itu tidak boleh menjadi alasa utama dalam menyusui anak,'

"Saya selalu mengatakan pada kalangan perempuan, tujuan utama menyusui ASI adalah memberikan kehidupan awal yang terbaik bagi anak kita," tegasnya.