ABC

Perempuan Australia Didorong Untuk Lebih Berpartisipasi di Politik

Politik Australia memiliki tingkat partisipasi perempuan yang sangat rendah dibanding dengan negara-negara demokrasi maju lainnya, tapi satu program bertujuan untuk mengubah kondisi ini.

Program berjudul ‘Pathway to Politics for Women’ (Jalan Menuju Politik Bagi Perempuan) milik Universitas Melbourne ini diluncurkan pada tahun 2017 menyusul kesuksesan program percontohan tahun lalu.

Terinspirasi oleh inisiatif serupa di Universitas Harvard, Dr Andrea Carson -koordinator akademik dari program ini -menjelaskan, bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam semua tingkat pemerintahan.

"Kita ada di peringkat ke-50 untuk parlemen federal dibandingkan dengan negara-negara demokrasi lainnya dan ada berbagai cara agar defisit ini dapat teratasi," kata Dr Carson.

"Program ini adalah salah satu cara untuk mencoba dan memberi keterampilan yang diperlukan para perempuan untuk menjadi sukses dalam mengejar jabatan publik," jelas Dr Carson.

Kursus selama 12 minggu -yang telah menghasilkan 24 lulusan perempuan tahun lalu, di mana dua di antaranya berhasil terpilih di level pemerintahan daerah -ini memiliki sejumlah pembicara dari parlemen federal yang memberi keterampilan praktis kepada para perempuan tentang gambaran kehidupan politik.

Dari mengetahui kapan saatnya untuk mencalonkan diri, hingga bernegosiasi dengan mesin partai, hingga memahami tujuan jajak pendapat dan menulis pidato yang baik, berbagai keterampilan diberikan sepanjang kursus.

Program multi-partisan ini didanai oleh Universitas Melbourne, melalui Sekolah Pemerintahan Melbourne dan Yayasan Trawalla, dan tak memungut biaya kepada para peserta, meski untuk sekarang mereka haruslah lulusan dari universitas ini.

Gedung Parlemen
Program ‘Pathway to Politics for Women’ bertujuan untuk meningkatkan jumlah partisipasi perempuan di seluruh level pemerintahan.

ABC News: Rebecca Keating

Demi suara perempuan

Mantan Gubernur Jenderal Dame Quentin Bryce, yang pernah menjadi pembicara di program ini, mengatakan, program ini adalah kesempatan baik untuk terlibat dengan para pemimpin yang berkembang.

"Saya merasa bertanggung jawab untuk mendorong para perempuan yang sangat berbakat, berkualitas, dan termotivasi dalam masyarakat kita untuk masuk ke sana dan membuat perbedaan dan untuk melihat suara perempuan didengar," utaranya.

Meski Dame Quentin mengakui bahwa kehidupan dalam politik bukanlah jalur karir termudah untuk dijalani, ia percaya, jalur ini sangat menyenangkan.

"Tentu saja sulit, keras, dan dalam beberapa hal kondisinya semakin sulit. Saya pikir kita harus berhenti mengeluh tentang hal ini dan mencari cara untuk memperbaiki, memperkaya, meningkatkan demokrasi kita," tegas Dame Quentin.

Menembus penghalang

Dr Carson percaya bahwa karakter politik Australia adalah dominasi laki-laki.

"Partai Buruh cenderung menunjukkan peningkatan di level representasi perempuan, Partai Liberal justru mengalami penurunan sejak era Howard dari tahun 1996," katanya.

"Kesulitannya adalah persepsi usang yang meyakini bahwa politik bisa jadi perkumpulan para pria, bahwa pria bisa sangat efektif dalam menjaring relasi dan perempuan bisa terlempar dari perkumpulan itu," jelasnya.

Meski demikian, ia berharap bahwa melalui program ‘Pathway to Politics’, para perempuan akan diberdayakan untuk mengejar karir di politik.

"Perempuan jelas memiliki kemampuan besar yang bisa ditawarkan ke bidang politik dan kami melakukan sebisa kami untuk memastikan bahwa kami bisa membantu perempuan -yang tertarik untuk memiliki karir politik -memiliki keterampilan itu dan terhubung dengan jaringan yang mereka perlukan," utara Dr Carson.

Melalui kursus ini, Dr Carson didorong untuk mencoba dan mengatasi peningkatan defisit perempuan di Parlemen Australia.

"Jika Anda melihat statistik dari waktu ke waktu, partisipasi perempuan justru menurun bukannya meningkat, dan Partai Liberal di tingkat federal adalah sumber penurunan itu," sebutnya.

"Australia terdiri dari 50 persen perempuan, 50 persen pria; Parlemen yang kuat harus mewakili hal itu," pendapat Dr Carson.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.