ABC

Penyalahgunaan Obat Banyak Terjadi di Kalangan Pekerja Sektor Pelayanan

Dengan waktu kerja yang panjang, bahkan seringkali hingga larut malam, ditambah dengan banyaknya tekanan, mereka yang bekerja di bagian pelayanan memiliki resiko dalam penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol. Hasil ini menjadi laporan studi yang dilakukan oleh Universitas Curtin di Australia Barat.

Setiap tiga tahun, Australia melakukan survei untuk mempelajari bagaimana warga Australia menyalahgunakan obat-obatan. Para peneliti kini telah juga meneliti siapa saja yang menyalahgunakan obat-obatan dengan resep.

Survei ini dilakukan terhadap 70.000 warga Australia berusia antara 20 hingga 65 tahun.

"Inti dari temuan studi ini memperlihatkan jika para pekerja di bidang pelayanan memiliki kemungkinan besar untuk menggunakan obat-obatan yang sebenarnyanya hanya bisa didapat dengan resep," ujar Mark Harris dar Universitas Curtin.

"Mereka yang kami temukan benar-benar menyalahi aturan secara signifikan adalah pekerja d industri ritel, jasa keuangan, dan insuransi."

Ditemukan pula 3,7 persen mereka yang termasuk dalam usia produktif di Australia telah menyalahgunakan obat-obatan dengan resep. Tapi profesor Harris berpendapat jika jumlah sebenarnya adalah lebih tinggi.

Dokter Phillip Crowley, spesialis yang menangani kecanduan mengatakan kasus penyalahgunaan obat-obatan tersebut kurang mendapat perhatian, sehingga juga kurang mendapat penanganan.

"Saya sudah melihatnya hampir di seluruh kalangan usia, dari kelompok sosial dan ekonomi, juga profesi yang berbeda," ujarnya.

Ia berpendapat jika banyak diantara mereka yang menyalahgunakan obat-obatan khusus tersebut tidak terlalu melihatnya sebagai masalah, karena mereka tidak merasa memiliki resiko.

Laporan tersebut juga memberikan masukkan agar adanya tes masuk kerja untuk memecahkan masalah penyalahgunaan obat-obatan.

Tes masuk kerja baru dilakukan di sektor industri pertambangan.

"In adalah jens baru karena menyalahgunakan obat-obatan yang legal dan sebagian membutuhkan resep, tetapi digunakan dengan cara dikonsumsi berlebihan...," kata Richard Clancy dari Kamar Dagang dan Industri Australia.

"Situasinya lebih sulit dari masalah narkoba dan alkohol dimana bisa dilakukan tes," tambahnya.

Tidak hanya itu, dari penelitian tersebut disebutkan bahwa salah satu aspek yang juga penting untuk dikedepankan adalah pendidikan.

Awal bulan Oktober, komite untuk Administrasi Perlengkapan Terapis menyarankan agar obat-obat berjenis 'codeine', seperti obat penghilang rasa nyeri hanya bisa diberikan dengan resep mulai bulan Juni 2016.

"Jumlah [mereka yang menyalahgunakan obat-obatan] banyak yang tidak ketahuan, yang nantinya tiba-tiba membutuhkan perawatan. Saya kira jumlahnya akan terlalu banyak sehingga tidak bisa ditampung lagi dalam perawatan, karena jumlah perawatan yang tersedia bagi mereka yang ketergantungan saja sekarang sudah tidak cukup," kata Dr Phillip Crowley kepada ABC.