ABC

Pensiun Jadi Guru, Perempuan Australia Ini Rakit Pesawat Terbang Sendiri

Ketika Wendy Featherston pensiun dari kegiatan mengajar yang dilakoninya, ia memacu langkah untuk menggapai mimpinya yang lain dengan lebih keras. Tapi tak pernah menyangka, suatu hari ia akan bisa membangun pesawat di gudang halaman belakang rumahnya.

Mantan guru dan kepala sekolah di wilayah Riverland ini ingin sebuah tantangan yang bisa ia dan suaminya, Brian – mantan direktur pendidikan di Riverland -atasi bersama-sama.

Mereka belajar untuk bisa menerbangkan pesawat dan kemudian memutuskan untuk menguji diri mereka lebih lanjut.

"Ketika Anda menerbangkan pesawat, Anda menyadari betapa pentingnya untuk memahami segala sesuatu tentang pesawat Anda, setiap kali Anda memeriksa pesawat sebelum Anda terbang," ujar Wendy.

"Brian dan saya memutuskan ‘hey, cara terbaik untuk belajar, kita akan membuat pesawat sendiri’," sambungnya.

Dua tahun yang lalu mereka mulai melakukan hal itu.

Wendy mengatakan, ia telah menunjuk diri sendiri sebagai teknisi kepala dalam upaya untuk membangun sebuah pesawat dua-kursi yang mereka lakukan.

Pesawat yang dibuat adalah tipe ‘Van RV-12’ dan masing-masing komponen tiba dalam bentuk paket dari Amerika Serikat.

Awalnya, pasangan ini hanya memesan dan membuat bagian ekor, tak yakin jika mereka akan menikmati prosesnya.

"Bagian pesawat tiba dalam bentuk paket yang sedikit terlihat seperti satu set meccano (atau sistem konstruksi model)," tutur Wendy tentang proses konstruksi panel pesawat.

Ia menjelaskan, "Saya tak pernah berpikir tentang diri saya sebagai seorang tukang rakit logam, tapi ini yang terjadi: Anda belajar untuk merakit, Anda belajar untuk mengikuti rencana dan Anda mencobanya."

Mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pesawat melibatkan kursus di Asosiasi Olahraga Dirgantara Australia.

"Kami belajar tentang pekerjaan berkategori berat, apa itu pekerjaan yang baik dan kapan Anda benar-benar perlu untuk membongkar dan mengulang kembali," cerita Wendy.

Ia menambahkan, "Yang terburuk adalah ketika Anda terlalu bersemangat dan Anda melakukannya terburu-buru. Mengebor rakitan adalah hal yang rumit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.”

Proyek ini telah berkembang dengan pembangunan sayap.

"Kami sedang mengerjakan badan pesawat saat ini, kami benar-benar senang dengan kemajuannya, ini tak mendominasi kehidupan kami tapi ini sesuatu yang membuat kami untuk terus bekerja," jelas Wendy.

Ia mendapat dukungan dari keluarganya, meskipun mengakui anak-anaknya tak yakin untuk terbang dengan pesawat buatannya.

"Saya punya paman yang menakjubkan, ia sekarang 82 tahun, ia memiliki beberapa pesawat di hangar-nya yang telah ia bangun selama bertahun-tahun,” kisah Wendy.

"Seperti yang ia katakan, saya tak berpikir tentang keseluruhan proyek, hanya memikirkan satu bagian pada satu waktu," akunya.

Wendy dan keluarganya hidup di wilayah lapangan golf Barmera dan proyek halaman belakang mereka telah menarik minat yang cukup besar.

"Para pegolf selalu datang dan memeriksa bagaimana perkembangannya. Seringkali orang menceritakan kecelakaan udara ke saya, yang membuat saya harus fokus pada kualitas, kualitas, kualitas,” ungkapnya.

Menerbangkan pesawat yang rampung dibangun akan melibatkan banyak dokumen dan cek keselamatan udara.

"Banyak orang berpikir saya akan menerbangkannya di lapangan golf dan mengambil jalan fairway 12, tapi tak demikian, akan ada banyak uji terbang dan kami perlu untuk mendapatkan seseorang yang akrab dengan jenis pesawat ini melakukannya untuk kami,” terang Wendy.

Ia menyambung, "Setelah itu mereka akan mengajarkan kami untuk menerbangkan pesawat itu. Ada sejumlah persyaratan, ini adalah industri yang sangat dipantau."

Wendy mengatakan, ia mencintai sensasi terbang dan berharap untuk menjelajahi Australia lewat udara.

"Kami akan menikmati suasana terbang. Hal yang bagus untuk terbang ke tempat seperti Mildura, [karena] Anda bisa lihat jet komersial mendarat sebelum Anda:. Itu adalah pengalaman yang menarik," katanya.

Ia berujar, "Australia membuka peluang itu kepada kami, bahan bakar akan memungkinkan kami untuk pergi sejauh 600 mil, yang terlampau jauh dibanding berapa lama kandung kemih saya bisa bertahan."