ABC

Penolakan Partai One Nation Terhadap Kantor Berita ABC Dikecam

Kantor berita ABC Australia menyatakan keprihatinan atas pengecualian jurnalis mereka di acara Partai One Nation pada saat malam Pemilu Australia Barat. ABC mengatakan, kejadian tersebut bisa dilihat sebagai serangan terhadap institusi mereka dan juga terhadap peran media dalam demokrasi.

Jurnalis ABC -Nicolas Perpitch dan Michael Edwards -ditolak masuk ke acara Partai One Nation di Melville Bowling Club, selatan Perth, Australia Barat, pada Sabtu (11/3/2017) malam, saat pemimpin partai yakni Senator Pauline Hanson menemui para pendukungnya.

Direktur editorial ABC, Alan Sunderland, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perwakilan media lainnya menghadiri acara malam itu tanpa persiapan sebelumnya atau izin yang diperlukan.

“Perwakilan media lainnya, yang termasuk reporter TV dan surat kabar dari dalam dan luar Australia Barat, diberikan akses langsung ke acara tersebut,” sebut pernyataan itu.

"ABC ditolak masuk, dan diperlakukan secara berbeda dibanding semua media lainnya."

Alan Sunderland mengatakan, ia telah menghubungi Partai One Nation sejak Sabtu (11/3/2017) malam untuk mencari penjelasan.

Ia mengutarakan, One Nation telah mengklaim bahwa semua media diperlakukan dengan sesuai dan memperoleh materi liputan dari satu sumber umum.

Meski demikian, Alan Sunderlang mengatakan bahwa ABC telah diabaikan dan dikecualikan.

“Sepanjang kampanye Pemilu Australia Barat, ABC telah menyediakan laporan politik yang akurat, berimbang dan independen dan semua partai politik telah menjadi subyek dari bahasan dan liputan yang sesuai,” jelas Sunderland.

“Jika ABC ditolak masuk ke acara politik hanya karena melakukan tugasnya, maka itu adalah sebuah serangan bukan hanya pada lembaga penyiaran publik, tetapi pada peran mendasar media dalam demokrasi.”

“Kami akan terus melaporkan, seperti yang selalu kami lakukan, tanpa rasa takut atau keberpihakan,” imbuhnya.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users – To access the following content, press ‘M’ to enter the iFrame.

TWITTER: Postingan Twitter Jurnalis ABC

Tindakan One Nation dianggap tak bisa diterima

Aliansi Media, Hiburan dan Seni (MEAA) menggambarkan pengecualian ABC itu sebagai tindakan yang “tak bisa diterima” dan mengatakan bahwa hal itu tak boleh terulang.

Begitu penting bagi jurnalisme publik bahwa semua media terakreditasi diberikan akses tak terbatas ke acara politik, kata CEO MEAA -Paul Murphy.

“MEAA sepakat dengan ABC bahwa menolak akses masuk ke acara politik karena sebuah organisasi hanya melakukan tugasnya adalah serangan yang tak hanya ditujukan pada lembaga penyiaran publik, namun juga pada peran fundamental media dalam demokrasi,” kata Murphy.

Ia menambahkan, MEAA sangat prihatin terhadap upaya apapun yang dilakukan oleh partai politik atau organisasi masyarakat lainnya untuk menolak individu atau jurnalis karena mereka tak suka dengan bagaimana individu atau jurnalis itu melaporkan sesuatu tentang mereka.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users – To access the following content, press ‘M’ to enter the iFrame.

TWITTER: Postingan Twitter Direktur Editorial ABC dan Pengurus Partai One Nation

Respon One Nation di Twitter

Penasihat media Senator Hanson, James Ashby, tak menanggapi permintaan untuk memberi komentar.

Senator Malcolm Roberts dari Partai One Nation sempat merespon pernyataan Alan Sunderland di Twitter, menyebut bahwa ABC dilarang masuk karena kantor berita ini menolak untuk memberikan hak jawab ke partai tersebut.

Partai One Nation bentukan Pauline Hanson diproyeksikan memperoleh suara sekitar 4,8 persen di Australia Barat, jauh lebih sedikit daripada jajak pendapat awal yang sempat menunjukkan bahwa partai ini bisa meraup suara setinggi 13 persen.

Menteri Utama Australia Barat terpilih, yakni Mark McGowan, juga menyesalkan tindakan Partai One Nation pada malam Pemilu.

“Saya pikir itu cukup memalukan, dan saya pikir hal itu banyak menggambarkan tentang Partai One Nation, bahwa mereka siap untuk melakukan hal semacam itu,” ujarnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 15:45 WIB 14/03/2017 oleh Nurina Savitri.