ABC

Penipuan Lotere Facebook Makan Korban di Queensland

Polisi di negara bagian Queensland (Australia) mengatakan bahwa 30 orang di negara bagian tersebut menjadi korban penipuan lotere Facebook dengan iming-iming hadiah uang $ 7,5 juta (sekitar Rp 75 miliar).

Karena penipuan tersebut, para korban mengalami kerugian ratusan ribu dolar.

Polisi Queensland mengatakan bahwa dalam kasus penipuan ini para korban dikirim kartu kredit dengan nama Facebook yang tampak memang seperti asli.

Pada awalnya, para korban ini dikontak lewat akun Facebook mereka oleh seseorang yang mengaku bekerja untuk Facebook yang mengatakan mereka menang hadiah $ 7,5 juta dalam "Facebook Lottery".

Para korban kemudian diminta membayar biaya administrasi sehingga hadiah lotere itu bisa dikeluarkan.

Hadiah itu bisa berjumlah ratusan ribu dolar dan bisa diterima dalam bentuk beberapa tahap.

Mereka kemudian dikirimi kartu kredit Facebook, dan diberitahu bahwa kartu tersebut akan aktif setelah para korban membayar tambahan $ 7500 di atas biaya yang sebelumnya sudah dibayarkan.

Back of a fake Facebook credit card being used to scam Australians
Polisi Queensland mengatakan tidak ada yang namanya Lotere Facebook.

Supplied: Queensland Police Service

Setelah ini dilakukan, mereka akan mendapat hadiah lotere yang dijanjikan.

Detective Acting Superintendent Melissa Anderson dari Bagian Kelompok Yang Menangani Kejahatan Cyber dan Keuangan mengatakan tidak ada yang namanya lotere Facebook dan tidak ada juga yang namanya kartu kredit Facebook.

"Ini hanya bentuk penipuan yang menggunakan cara lama yang sudah pernah ada sebelumnya, namun sekarang menggunakan pendekatan media sosial." kata Anderson.

"Para korban mengalami kerugian $ 7.500 dolar dan juga pembayaran biaya yang sudah dibayarkan sebelumnya."

"Ini adalah contoh lagi para kriminal mencari sasaran mereka yang rentan di masyarakat."

Anderson mengatakan salah seeorang korban terbaru mengalami kerugian lebih dari $ 100 ribu (sekitar Rp 1 miliar) dalam penipuan ini dan polisi khawatir masih ada lagi korban yang belum melapor.

"Kami terus menghimbau masyarakat untuk menyadarai bahwa bila seseorang tiba-tiba menghubungi kita dengan mengatakan kita telahh menang hadiah dalam jumlah besar, maka sebaiknya diabaikan saja atau minta pendapat independen." katanya.

"Pastikan anda tidak memberikan rincian data pribadi, dan curiga dengan siapa saja yang mencari informasi kita baik secara online maupun lewat telepon. Anda tidak bisa menang lotere kalau tidak pernah membeli.'

"Kami mendesak warga masyarakat untuk tetap berhati-hati memberikan rincian informasi pribadi online."

"Kalau memang terlalu muluk kedengarannya, menurut saya 100 persen, memang tidak benar."

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini