ABC

Pengrajin Kulit 92 Tahun Ini Sumbang Koleksinya ke Museum

Selama lebih dari 30 tahun, Doug Kite -yang saat ini berusia 92 tahun -telah menciptakan kerajinan langka –yang sangat diincar di seluruh dunia -di bengkel halaman belakangnya di Melbourne. Ia mengabdikan diri untuk kerajinan kulit.

Setelah menghabiskan masa kanak-kanak dengan sedikit pendidikan formal dan sempat beternak di pedalaman, ketika ia pindah kembali ke kota lebih dari 50 tahun yang lalu, ia menghidupkan kembali minatnya untuk menganyam.

"Bertahun-tahun,ia menyempurnakan, terus menyempurnakan tak pernah sempurna, karena ia tentu saja adalah seorang perfeksionis," kata Liza Dale-Hallet, seorang kurator di Museum Victoria.

Selama satu tahun terakhir, Liza telah merekam kisah hidup Doug Kite.

"Enam tahun tinggal di belakang sebuah gerobak," ujar Liza mengagumi.

"Dalam lingkungan yang merupakan salah satu lingkungan paling parah di Australia -badai debu yang menutupi sapi jika mereka di luar pekarangan, suhu 50 derajatan di musim panas -lingkungan ekstrim yang tak bisa dibayangkan kebanyakan orang," jelasnya.

Liza sangat senang ketika Doug menawarkan untuk menyumbangkan kerajinan anyaman terbaiknya untuk museum itu.

Doug Kite Mengukir Potongan Kulit
Doug Kite mengukir potongan kulit untuk membuat anyaman yang ia gunakan.

ABC; Tim Lee

Tentu, tawaran itu dengan senang hati diterima dan dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah banyak barang –mulai dari pecut sapi hingga dasi anyaman, dompet kecil, bahkan kursi anyaman –telah dimasukkan katalog dan ditempatkan di kategori mendatang dalam koleksi permanen museum.

Kerajinan kulit ini dibuat dari kulit kanguru dan Doug telah menciptakan dan membuat banyak alat-alat yang ia gunakan untuk mengiris dan memotong tali menjadi benang halus yang kemudian ia anyam. Alat-alat unik ini juga telah disumbangkan.

"Ia adalah pria klasik sederhana yang sangat berbakat. Ini adalah perdagangan yang langka. Ini bukan hanya sebuah bentuk seni dan tak hanya fungsional. Ini sebenarnya proses matematis yang Doug telah lakukan,” sebut Liza Dale-Hallett.

Liza menambahkan, "Ia harus menguraikan pola, bentuk, fungsi, potongan dan tak ada petunjuk di sini. Tak ada buku yang mengatakan kepadanya bagaimana melakukan ini,” jelasnya.

"Ia menemukan sejumlah teknik menganyam yang bahkan tak pernah dicoba atau dipikirkan orang lain," sambungnya.

Masa kecil penuh pengembaraan

Enam tahun pertama hidup Doug dihabiskan di sebuah gerobak tertutup yang berkeliling di sekitar pedalaman Australia Selatan.

"Mirip seperti tenda, di atas gerobak. Ibu dan kami semua dulu biasa tidur di sana," ujar Doug Kite yang berusia 92 tahun.

Itu terjadi pada tahun 1920 ketika ayahnya melakukan berbagai pekerjaan di peternakan pedalaman -segala sesuatu mulai dari pekerjaan memasok hingga menggali sumur dan bendungan serta naik pagar.

Kehidupan mengembara ini berarti Doug hanya sebentar mengenyam pendidikan formal - periode enam bulan 2x di kelas sebelum meninggalkan sekolah pada kelas 2 SMA.

Ia bekerja di peternakan, menjadi penggembala dan membantu mengasuh kawanan sapi dalam jumlah besar -banyak dari mereka adalah milik raja sapi Australia, Sidney Kidman –berjalan hingga wilayah Birdsville Track.

Ia belajar sendiri akordeon piano dan belajar untuk memainkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penunggang unta Afghanistan di pedalaman. Dan ia belajar banyak keterampilan alam lainnya seperti menganyam kulit.

Dasi Kulit Karya Doug Kite
Dasi kulit, dibuat oleh Doug di bengkelnya.

ABC; Tim Lee

Pada tahun 1946, Doug dan saudaranya membawa paket unta dari Maree ke sebuah kebun binatang swasta di Melbourne. Ia bertemu dengan calon istrinya dan meskipun sering rindu akan suasana pedalaman, Doug tetap tinggal di kota.

Lebih dari 30 tahun yang lalu ia menghidupkan kembali minatnya pada anyaman dan segera setelah itu, mulai menciptakan kerajinan kulit yang rumit dan indah dari bengkel halaman belakangnya.

Belakangan ini, karya anyaman Doug, seperti pita topi, dicari-cari oleh kolektor di seluruh dunia.

Doug adalah salah satu pendiri Asosiasi Pengrajin dan Penganyam Australasia yang dimulai pada tahun 1980 dengan tujuan untuk melestarikan keterampilan tradisional seperti kerajinan kulit.

Selama bertahun-tahun, ia menciptakan banyak anyaman unik untuk berbagai orang.

"Ada episode indah dari cerita yang mengacu ke periode awal Doug tumbuh di Farina dan distrik Marree dan benar-benar menjadi bagian dari daerah terluar itu, kebanggan menjadi bagian dari cerita yang lebih besar yang berhubungan dengan sejarah peternakan Australia," tutur Liza Dale-Hallett.

Museum Victoria berharap untuk memamerkan karya Doug di masa depan.

Doug yang sederhana mengatakan, ia terkejut bahwa museum ini begitu tertarik dengan kisah hidup dan kerajinan kulit-nya. Namun, ia mengakui bahwa ia diam-diam merasa senang.

"Yah saya kira itu lebih baik daripada meninggalkannya di gudang sini dan menunggu seseorang membuangnya, bukan? Itulah yang saya pikirkan," aku Doug.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 15:04 WIB 09/08/2016 oleh Nurina Savitri.