ABC

Penggunaan Monyet Capuchin dalam Syuting Film ‘Pirates 5’ Diprotes

Sejumlah kelompok pembela hak binatang mendesak Pemerintah Australia untuk melarang impor dua monyet capuchin yang akan digunakan dalam syuting film ‘Pirates of the Caribbean 5’.

Rumah produksi ‘Disney’ mengkonfirmasi bahwa syuting film berlangsung di sebuah lokasi rahasia, yang terletak di pedalaman Gold Coast.

Tetapi perusahaan ini tak memberi komentar atas keberatan yang diajukan oleh 4 kelompok - Humane Society International Australia, Wild Futures, Born Free Foundation dan Captive Animals Protection Society - mengenai penggunaan monyet di Australia.

Produser film ‘Pirates of the Caribbean 5’ ingin mengimpor 2 monyet capuchin ke Queensland. (Foto: Michelle Reback)

Empat kelompok itu telah meminta Menteri Lingkungan Hidup Australia, Greg Hunt, menolak permintaan rumah produksi tersebut untuk mengimpor monyet capuchin demi keperluan syuting.

Juru bicara Menteri Greg mengatakan, pengajuan impor tersebut sedang dikaji dan keputusannya segera diumumkan.

Produser film ‘Pirates of the Caribbean 5’ berniat untuk menggunakan binatang tersebut untuk berperan sebagai Jack si monyet, hewan peliharaan Kapten Barbossa (yang diperankan oleh aktor Australia, Geoffrey Rush), yang telah tampil dalam 4 seri film ‘Pirates’ sebelumnya.

Aktivis organisasi ‘Wild Futures’, Cordelia Britton, mengatakan, teknologi moderen bisa memproduksi film fantastis tanpa perlu mengeksploitasi binatang.

"Tak terlalu terlambat bagi tim produksi ‘Pirates of the Caribbean’ berkomitmen untuk mengakhiri penggunaan hewan liar di bisnis hiburan," ujarnya.

Ia menerangkan, "Monyet Capuchin hidup secara alami dalam kelompok keluarga yang besar di hutan hujan Amerika Selatan dan Tengah dan memiliki kebutuhan fisik dan psikologis yang kompleks - lokasi syuting film bukanlah tempat untuk hewan sosial yang cerdas seperti itu dan sayangnya, kehidupan seekor 'aktor' monyet sangat jauh dari kehidupan yang seharusnya mereka memiliki."

Alexia Wellbelove dari organisasi Humane Society International Australia mengatakan, ia berharap, tim produksi ‘Pirates’ akan mendengarkan opini publik.

"Penggunaan primata untuk hiburan sangatlah kuno dan tidak perlu, terutama ketika melibatkan perjalanan panjang dari California ke Queensland, Australia," sebutnya.

Para aktivis juga memunculkan kekhawatiran bahwa penggunaan satwa liar pada film berkontribusi terhadap perdagangan ilegal satwa liar, rusaknya upaya konservasi dan mendorong kepemilikan hewan peliharaan yang eksotis.