ABC

Pengguna Sabu-Sabu di Australia meningkat

Laporan dari salah satu organisasi rehabilitasi narkoba di Australia menyebutkan jumlah warga Australia yang kecanduan amfetamin, seperti jenis 'ice' mencapai rekor tertinggi. Setengah dari jumlah pencandu mencari bantuan karena kecanduan jenis narkoba ini.

Lembaga bernama Odyssey House, dalam laporan tahunannya, melaporkan adanya lonjakan hingga 53 persen dari mereka yang mengaku menggunakan amfetamin.
Julie Babineau, direktur utama organisasi tersebut mengatakan jenis 'ice' atau dikenal dengan nama sabu-sabu di Indonesia, sangat adiktif dan lebih ampuh dibandingkan obat lain.

"Kami melihat bahwa heroin dan jenis opiat telah turun dan, saya rasa itulah sebabnya orang-orang mencari, kemurnian," katanya.

"Dan mereka juga melihat dari segi harga dan ketersediaannya."

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya penurunan hingga 45 persen dari penggunaan heroin dan opioid yang biasanya perlu resep dibandingkan tahun sebelumnya.

Julie mengatakan dengan adanya pertumbuhan kecanduan 'ice' atau sabu-sabu, maka perlu pemerintah perlu memiliki dana yang lebih dan bersifat jangka panjang, termasuk fasilitas dan staf yang terlatih, juga dukungan bagi pecandu.

"Mereka mendapat masalah, dan sekalinya mendapat masalah ini, ada tiga dampak akibatnya," ujar Julie.

"Mereka kecanduan, mendapat kesulitan, terlibat kejahatan dan kemudian ... masuk penjara atau menjadi tunawisma."

"Semakin banyak dari mereka yang butuh rehabilitasi rumahan dan bantuan untuk atasi kecanduan mereka agar bisa kembali ke hidup normal."
Julie mengatakan duapertiga dari pengguna narkoba adalah berusia diatas 30 tahun, para pengguna melaporkan 'teler' pertama kali saat mereka berusia jauh lebih muda pada lebih dari satu dekade lalu.

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 19/12/2016 pukul 13:30 AEST dari artikel aslinya dalam bahasa Inggris, yang bisa dibaca disini.