ABC

Pengelana Melbourne Temukan Banyak Bahasa di Sumatera

Samuel Bashfield, warga Melbourne yang sedang dalam perjalanannya naik motor dari Aceh menuju Jakarta, mengaku takjub dengan keragaman budaya Indonesia. Meski baru di satu pulau ia sudah menemukan banyak aksen bahasa daerah. Berikut perbincangan Erwin Renaldi dari ABC Australia Plus dengan Samuel Bashfield lewat email hari Kamis (4/9/2014).

Australia Plus (A+) : Sudah sampai disana sekarang naik motornya?

Sam :  Sejujurnya saya kurang tahu. Saya sudah dua hari naik motor dari Palembang menuju ke Bandar Lampung, jadi ditengahnya kira-kira. Kalau enggak salah namanya Tulang Bawang, pokoknya antara Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung.

Bagaimana perjalanan kamu sampai saat ini?

Sejauh ini sudah menakjubkan. Saya benar-benar menikmati berada di jalanan sambil juga bersantai dan menikmati pemandangan indah di Sumatera.

Lantas apa saja tantangannya?

Mungkin yang paling menantang adalah saat berada di daerah-daerah terpencil dan tidak tahu arahnya kemana. Belum lagi kalau harus melewati jalan raya yang penuh polusi dengan asap bus dan truk. Pernah juga saya dari Meulaboh ke Takengon kira-kira dua hari di jalan. Sebenarnya jalanannya sedang tidak bisa dilewati, tapi saya kemudian ketemu dengan orang Aceh yang kebetulan akan ke rute yang sama, jadi dia menunjukkan jalan.

Di garis pantai barat Sumatera. Foto: Samuel Bashfield

Lalu di jalan sudah ketemu siapa?

Saya sudah ketemu banyak orang dan mereka sangat membantu, penuh antusias dan hangat. Setiap saya berhenti pasti saya disapa dengan senyuman lebar. Saya juga jadi berkesempatan untuk mempraktekan kemampuan bahasa Indonesia saya dengan berbincang-bincang bersama mereka.

Apa sih yang biasanya mereka tanyakan?

Plat nomer motor saya, karena BL itu artinya dari Aceh, dan mereka seolah terkejut berkomentar, "wah jadi dari Aceh naik motor?". Dari situ perbincangan mengalir.

Berfoto di salah satu suipermaker membeli es krim. Foto: Samuel Bashfield

Jadi orang-orang Indonesia baik-baik bukan?

Ya, saya sudah seringh dijamu dengan orang-orang yang saya temui, mereka bawa saya jalan-jalan, juga ke beberapa obyek wisata. Tidak jarang juga saya ditawari buah-buahan, minuman. Sering juga diminta berfoto bareng, bahkan ada yang pernah menawari saya untuk menikahi anak perempuannya, hahaha!

Perjalanan ini mengubah perspektif kamu tentang Indonesia sebelumnya tidak?

Pandangan saya soal Indonesia memang sudah positif kok sejak awal...

Jalur yang sudah ditempuh Sam, titik merah adalah dimana Sam menginap satu atau dua malam

Jadi tidak ada yang baru dalam melihat Indonesia?

Mungkin keanekaragaman budaya dan bahasa. Di pulau Sumatera saja, saya sudah banyak mendengar orang berbicara dengan aksen yang berbeda. Dialek satu daerah dengan daerah lain bisa berubah. Jadi bisa terbayang kan berbicara dengan aksen yang berbeda-beda? Untungnya, orang-orang mengerti bahasa Indonesia yang cukup formal.

Jadi kapan perkiraan akan sampai di Jakarta?

Mungkin seminggu lagi. Saya juga berencana untuk mencari magang di Jakarta, tapi sempat juga kepikiran untuk balik lagi ke Aceh. Naik motor ini benar-benar cara yang luar biasa untuk melihat Indonesia. Saya benar-benar merekomendasikan untuk melakukan di Pulau Sumatera, atau pulau-pulau lain di Indonesia. Saya sih pengennya perjalanan ini tidak ada akhirnya.

Pemandangan menakjubkan antara Melauboh dan Takengon. Foto: Samuel Bashfield