ABC

Pengaruh Keturunan China dalam Pemilu Sela di Australia

Pemilu sela di Dapil Bennelong, Australia, didominasi oleh meningkatnya ketegangan antara Canberra dan Beijing. Menjelang pemungutan suara akhir pekan ini, beredar surat yang mendesak pemilih keturunan China untuk meninggalkan Partai Koalisi yang memerintah dan mendukung Kristina Keneally dari Partai Buruh yang beroposisi.

Surat yang beredar di medsos berbahasa China WeChat mengatakan Pemerintahan PM Turnbull membantu media dalam menuduh pemimpin China dan mahasiswa sebagai mata-mata tanpa bukti memadai.

Isi surat tampaknya mencerminkan kekhawatiran di China tentang larangan donasi politik asing yang diusulkan Pemerintah Koalisi. Larangan itu dikecam Beijing sebagai upaya membangkitkan "kepanikan China".

"Di mata kita, Partai Koalisi Liberal saat ini sangat berbeda dari sebelumnya - sekarang jadi partai sayap kanan ekstrem," demikian disebutkan dalam surat tersebut.

"Mereka menentang China, menentang pendatang Asia, menentang maha siswa internasional China secara terbuka atau tertutup," tambahnya.

Surat tersebut menyebutkan ditulis oleh "sekelompok orang China yang telah menjadikan Australia sebagai tempat tinggal mereka".

ABC belum memastikan siapa penulisnya, atau berapa banyak pemilih di Bennelong yang menerimanya, walaupun Fairfax Media melaporkan bahwa hal itu dibagikan oleh seorang pemimpin Australian Council for the Promotion of Peaceful Reunification of China.

A screenshot shows a page written mostly in Mandarin. The English words "Bennelong", "John Alexander" and "Kristina Keneally".
Surat yang dikirim ke pemilih keturunan China dalam pemilu sela di Bennelong.

SBS

Milyuner asal China Huang Xiangmo merupakan mantan pemimpin organisasi tersebut, yang telah dikaitkan dengan organ Partai Komunitas China (PKC) yang dibentuk untuk menyebarkan pengaruh di luar negeri.

Hampir 19 persen penduduk Bennelong lahir di China daratan dan suara mereka akan berperan penting dalam pemilu sela di dapil ini.

Surat tersebut menyinggung kemungkinan bahwa jika Partai Buruh yang menang, makan Pemerintah Turnbull akan kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives).

"Suara dari pemilih keturunan China di dapil ini mungkin secara langsung menjadi pemecatan Perdana Menteri Malcolm Turnbull," kata surat tersebut.

Surat itu juga menuduh Pemerintahan Turnbull bersikap bermusuhan dalam isu Laut China Selatan dan tidak menentang retorika anti-imigrasi Partai One Nation.

"Mereka mendorong hubungan Australia dan China menjadi saling tidak percara," kata surat itu.

"Semua ini merugikan kepentingan orang China Australia, dan tidak sesuai dengan kepentingan Australia," tambahnya. "Ini akan menjadi mimpi buruk bagi semua orang Australia."

PM Turnbull membantah China-phobia

PM Malcolm Turnbull membantah tuduhan Pemerintah Koalisi membangkitkan sentimen anti-China, seperti dikemukakan Pemimpin Partai Buruh Bill Shorten dalam kampanye pemilu sela tersebut.

Shorten awal pekan ini menuduh PM Turnbull "melangkah ke dalam China-phobia".

"Itu tuduhan yang sangat menyedihkan dan absurd," kata PM Turnbull.

"Hubungan kita dengan China kuat setiap saat dan pada dasarnya dibangun oleh hubungan antar-orang dan hubungan keluarga," tambahnya.

Pada konferensi pers hari Kamis, PM Turnbull mengatakan Partai Buruh mencoba membuat warga Australia saling berlawanan demi mendapatkan keuntungan politik.

"Anda bisa bayangkan bagaimana perasaan semua orang di Pemerintahan, terutama saya, mendapati Kristina Keneally dan Bill Shorten menyebut saya anti-China," katanya.

"Ada satu juta warga Australia keturunan China," katanya.

"Anda tak bisa membayangkan Australia tanpa mereka, mereka membangun Australia, bersama dengan seluruh komunitas kita yang beragam," tambah PM Turnbull.

PM Turnbull juga merujuk menantu perempuannya yang keturunan China sebagai bukti bahwa dia memiliki hubungan erat dengan masyarakat keturunan China.

"Menuduh seseorang yang cucunya adalah satu dari satu juta warga Australia keturunan China bukan kawan orang China, sama sekali tidak masuk akal, sangat tidak masuk akal," katanya.

Partai Liberal dalam kampanyenya secara langsung menyasar warga keturunan China di Bennelong, dengan menyebarkan peringatan dalam Bahasa Mandarin yang mengatakan memilih Partai Buruh sama dengan berjudi.

"Gores panel di bawah ini untuk mengungkap akibat dari memilih Partai Buruh," kata kampanye tersebut.

Ketika PM Turnbull mengumumkan RUU intervensi asing, yang dikutuk keras Pemerintah China, dia menekankan RUU itu tidak secara khusus terkait dengan China.

Duta Besar Australia di Beijing dipanggil oleh Menlu China awal pekan ini untuk berdiskusi, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Australian Council for the Promotion of Peaceful Reunification of China telah dihubungi untuk dimintai komentar.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.