Pengalaman Unik Ken Drake Si Fotografer Binatang Peliharaan
Dari anjing hingga katak, satu hari dalam kehidupan salah satu fotografer binatang peliharaan terbaik Australia melibatkan kesabaran, makanan hewan dan kemampuan untuk berbicara dengan para binatang.
Ken Drake telah memenangi berbagai penghargaan fotografi dan tahun lalu dianugerahi gelar Fotografer Binatang Profesional Terbaik Australia oleh AIPP (Institut Fotografi Profesional Australia).
Tapi ketenaran seperti itu tak menimbulkan kehidupan glamor yang penuh pemotretan di luar negeri; seniman yang berbasis di Brisbane ini malah menghabiskan banyak harinya tergeletak di lantai bengkel kerjanya di Milton, New South Wales.
“Saya punya teknik yang tak biasa untuk seorang fotografer mengingat saya memegang kamera dengan satu tangan dan menggunakan tangan kiri saya untuk berkomunikasi,” tutur Drake.
“Saya sering berbaring di lantai mencoba untuk memotret,” imbuhnya.
"Saya pernah sekali diseret di lantai oleh anjing Rottweiler seberat 55 kilogram -di saat kami sedang bermain tarik ulur,” kata Drake.
“Kami mengambil beberapa foto yang bagus tapi ia (si anjing) hampir mematahkan lengan saya,” sambungnya.
Mantan pengembang perangkat lunak ini mengatakan, sebelum menekuni fotografi hewan peliharaan, ia selalu bepergian untuk pekerjaan dan tak pernah di rumah cukup lama untuk memiliki hewan peliharaan sendiri.
“Saya menganggur beberapa bulan dan membeli kamera digital pertama saya dan beberapa kucing lalu semuanya terhubung begitu saja,” kata Drake.
"Saya melihat, saya tak hanya memotret binatang, saya memotret kepribadian mereka dan itu benar-benar membuat saya bersemangat."
Memotret kepribadian binatang
Drake mengatakan, memotret hewan dengan sukses melibatkan waktu yang dihabiskan bersama mereka sebelum masuk ke studio.
Ia menyebut, menyediakan makanan dan mainan sebelumnya -serta melakukan percakapan yang baik -membantu memotret kepribadian binatang tersebut.
“Ketika binatang datang, saya mengajak mereka bergerak, berlari, melompat dan melemparkan bola di sekitar studio,” jelas Drake.
"Saya harus mengenal bahasa tubuh binatang dan saya telah mengembangkan cara berbicara dengan mereka dalam bahasa mereka sendiri."
Bekerja dengan anak dan binatang
Pepatah mengatakan, ‘Jangan bekerja dengan anak-anak atau binatang’, tetapi Drake justru menyebut, salah satu sesinya yang paling menyentuh melibatkan kedua makhluk itu.
Subyeknya adalah seekor anjing Jack Russell yang kakinya diamputasi, gonggongannya menakutkan dan telah menaklukkan banyak kanker.
“Saya memotretnya dengan gadis cilik empat tahun putri sang pemilik, ia bersama si Jack Russel dalam rok tutu balet warna merah jambu,” cerita Drake.
“Kepribadian yang muncul dari keduanya benar-benar menakjubkan,” aku sang fotografer.
Dan salah satu binatang terkecil yang pernah Drake potret ternyata salah satu binatang yang paling menjiwai.
"Orang-orang tak berpikir tentang katak dan kepribadian tapi makhluk kecil ini berseri-seri di depan kamera dan saya menangkapnya," ungkap Drake.
Karir yang membahagiakan
Drake mengatakan, pekerjaannya sangat membahagiakan, terutama ketika orang menerima hasil foto mereka.
“Suatu kehormatan untuk bertemu dengan begitu banyak kepribadian yang menyenangkan yang bisa kita temui dalam anjing-anjing teman kita dan binatang lainnya,” sebutnya.
Ia menyambung, “Selain itu, melihat koneksi yang dimiliki orang-orang dengan binatang peliharaan mereka adalah hal yang indah.”
"Ketika pemilik menerima foto si binatang peliharaan, itu bisa menjadi waktu yang emosional karena mereka punya bagian dari si peliharaan yang diabadikan selamanya … itu adalah momen yang sangat spesial."
Drake bekerja dengan organisasi kesejahteraan binatang ‘RSPCA’ secara rutin dan melakukan pemotretan untuk kalendar mereka setiap tahunnya.
Ia juga baru saja menerbitkan sebuah buku berjudul ‘Paw Traits’, yang sebagian dari penjualannya akan diberikan untuk amal.
“Sangat menarik untuk melihat foto-foto saya dalam sebuah buku, semua pemilik sangat bersemangat melihat binatang peliharaan mereka muncul di halaman buku,” tuturnya.
Drake lalu berkata, “Inilah mengapa saya melakukan apa yang saya kerjakan, ini panggilan hidup saya dan saya tak membayangkan akan ada waktu dalam hidup saya, ketika saya tak lagi memotret binatang.”
“Ini sesuatu yang akan saya lakukan sungguh-sungguh sampai saya tutup usia,” tambahnya.
Diterjemahkan Pukul 10: 00 AEST 23 Februari 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris.