ABC

Pengajuan Jaminan Pria Australia Yang Ditahan di Kamboja Ditolak

Mahkamah Agung Kamboja telah menolak jaminan yang diajukan sineas Australia, James Ricketson, yang menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan spionase.

Key points:

• James Ricketson ditangkap pada bulan Juni dan didakwa mengumpulkan informasi untuk negara asing yang tak disebutkan

• Jika terbukti bersalah atas tuduhan spionase, ia bisa menghadapi hukuman 10 tahun penjara

• Anggota keluarga mengklaim bahwa warga Australia berusia 68 tahun ini menderita atas "kondisi sempit" yang dijalaninya

Ricketson ditangkap tahun lalu setelah menerbangkan drone (pesawat tak berawak berkamera) di atas sebuah demonstrasi politik di Phnom Penh, dan saat ini berbagi sel dengan 140 tahanan lainnya.

"Saya menolak permintaan jaminan James Ricketson," kata hakim ketua, Soeng Panhavuth.

"Mahkamah Agung menjunjung tinggi keputusan Pengadilan Tinggi yang dibuat pada tanggal 28 Juli 2017. Saya pikir Pengadilan Tinggi benar karena kasus James Ricketson masih dalam penyelidikan oleh pengadilan."

Ricketson, 68 tahun, ditangkap pada bulan Juni dan didakwa mengumpulkan informasi untuk negara asing yang tak disebutkan namanya.

Ia dinilai dekat dengan partai oposisi Kamboja yang sekarang dilarang dan terekam menerbangkan drone di atas sebuah unjuk rasa sesaat sebelum penangkapannya.

Ricketson adalah tokoh yang dianggap memecah belah di Kamboja dan telah dua kali dihukum karena memfitnah organisasi non-pemerintah yang bekerja dengan anak-anak di negara tersebut.

Tapi ia adalah tokoh populer di antara banyak orang Kamboja di komunitas miskin di sekitar Phnom Penh.

Warga Australia berusia 68 tahun ini tak hadir di pengadilan untuk mendengar putusan jaminan tersebut.

Ia tiba di Mahkamah Agung dengan sebuah van penjara 20 menit setelah putusan dibuat, melangkah keluar beberapa saat sebelum dibawa kembali ke dalam van dan dibawa pergi.

Belum jelas apakah Ricketson telah diberitahu tentang keputusan jaminan selama pemberhentian singkatnya di Mahkamah Agung.

"Kami sangat berharap bahwa hari ini bisa membuat James bisa menunggu masa penyelidikan dalam kondisi yang lebih sesuai usianya.”

"Kami berharap bisa melihat kasus ini bergerak maju dengan transparan dan secepat mungkin.”

"Ia menderita, ia orang Australia di iklim tropis dalam kondisi sangat sempit, dengan 140 orang lainnya berada di dalam selnya."

James Ricketson ditahan pada bulan Juni setelah terekam menerbangkan drone di atas aksi unjuk rasa.
James Ricketson ditahan pada bulan Juni setelah terekam menerbangkan drone di atas aksi unjuk rasa.

Reuters: Samrang Pring

Penahanan terjadi di tengah pembungkaman kebebasan berbicara

Pengacara Ricketson kecewa dengan keputusan tersebut.

"Pengadilan seharusnya membebaskannya dengan jaminan, karena ia melakukan banyak pekerjaan kemanusiaan di Kamboja," kata Peung Yok Hiep.

Setelah keputusan pada hari Selasa (30/1/2018) pagi, sebuah pengajuan jaminan baru dilayangkan ke pengadilan negeri Phnom Penh, namun ditolak karena hakim investigasi tersebut diperkirakan akan segera menangani bukti baru.

Ricketson berulang kali meminta bukti yang diajukan agar ia bisa membela diri di pengadilan, namun sejauh ini belum jelas kepada siapa atau mengapa  ia dituduh melakukan kegiatan mata-mata.

Ricketson telah mengunjungi Kamboja selama dua dekade.

Ia dikenal luas karena mendukung keluarga Kamboja yang sebelumnya miskin dan warga lainnya di tempat pembuangan di Phnom Penh.

Penangkapannya dilakukan di tengah tindakan keras yang lebih luas terhadap kebebasan berbicara dan demokrasi, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen, yang telah memerintah selama 32 tahun.

Dalam kasus terpisah, dua wartawan Kamboja yang sebelumnya dipekerjakan oleh Radio Free Asia (RFA) juga menghadapi tuduhan spionase.

Uon Chhin dan Yeang Sothearin ditangkap pada bulan November karena telah mendirikan studio, sebulan setelah RFA secara resmi menutup operasinya.

Lebih dari selusin stasiun radio yang menyiarkan materi independen telah ditutup, bersamaan dengan surat kabar berbahasa Inggris ‘The Cambodia Daily’.

Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa sedang mengkonsolidasikan kekuatannya dan menghancurkan pihak yang dianggap lawan-lawan mereka menjelang Pemilu tahun ini.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.