ABC

Penerbangan ke Bali Batal, Penumpang Australia Kecewa

Lebih dari 400 penerbangan telah dibatalkan dan 59 ribu calon penumpang terkena dampak penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, di tengah peringatan potensi letusan gunung berapi yang bisa terjadi setiap saat.

Pemerintah RI telah meningkatkan peringatan bahaya Gunung Agung ke level tertinggi serta memerintahkan warga dalam radius 10 kilometer dari kaki gunung untuk mengungsi. Badan badan penanggulangan bencana memperingatkan bahwa "letusan potensial dapat terjadi kapan saja".

Gunung Agung telah menyemburkan debu ribuan meter ke atmosfer, dan memaksa bandara di Pulau Lombok untuk ditutup pada hari Minggu karena awan debu itu bergerak ke timur.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Semua penerbangan ke dan dari Bali telah dibatalkan. Para penumpang yang sudah berada dalam pesawat pun diturunkan, setelah awan debu vulkanik setinggi 6 kilometer itu bergerak dari Lombok ke arah Denpasar.

Kepala badan geologi Kasbani mengatakan tingkat siaga ditingkatkan pada pukul 6:00 pagi hari Senin ini setempat karena gunung berapi tersebut telah menunjukkan letusan magmatik.

Rekaman video menunjukkan lahar mengalir dari gunung berapi yang meletus dan membentuk aliran seperti semen basah.

"Kami memperkirakan tidak terjadi letusan besar namun kita harus tetap waspada dan antisipasi," katanya.

Bandara Bali akan tutup setidaknya hingga 18 jam, sebelum status bandara itu dinilai kembali. Maskapai Australia Jetstar, Qantas dan Virgin telah membatalkan semua penerbangan ke dan dari Bali karena kondisi yang memburuk. Mereka mengatakan keselamatan penumpang menjadi pertimbangan penting.

Juru bicara Bandara Perth mengatakan semua penerbangan ke Bali telah dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Dia menambahkan bahwa penumpang yang telah berada dalam penerbangan Garuda yang dijadwalkan berangkat pada pukul 07:50 am (Waktu Australia Barat) akan diturunkan dari pesawat.

"Kami akan berusaha membuat mereka senyaman mungkin. Sangat disayangkan bila hal seperti ini terjadi," katanya.

"Kami menyarankan penumpang yang dijadwalkan ke Bali untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka," tambahnya.

Calon Penumpang Kecewa

Para calon penumpang yang terlantar di bandara menumpahkan kekecewaan mereka di media sosial.

Bethanie May Gerrie menulis di laman Facebook Jetstar:

"Kami tidak dihubungi oleh Anda seperti yang dijanjikan dan ketika kami dihubungi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengalihkan kami ke penerbangan tiga hari kemudian."

"Gunung berapi ini kemungkinan akan meletus lagi dan kami benar-benar tak ingin mengulang pengalaman kami dengan Anda pada hari Sabtu dan tidak ingin dialihkan kembali tiga hari berikutnya," katanya.

"Seharusnya saya memulai pekerjaan baru hari ini namun saya berada di Bali sini, bertanya-tanya kapan saya bisa pulang," tambah Bethanie.

Sementara pasangan pengantin baru Nick dan Emma, berasal dari Mullaloo di pinggiran Perth, seharusnya terbang ke Bali dengan Jetstar pagi ini untuk berbulan madu.

Ketika penerbangan mereka dibatalkan, mereka mencoba memesan ulang maskapai lain, namun itu juga dibatalkan.

Emma mengatakan mereka akan pulang ke rumah menunggu informasi lebih lanjut dari perusahaan penerbangan terkait.

"Kami sangat kecewa. Inilah bulan madu kami. Ini awal yang lambat untuk berbulan madu," katanya.

Warga lainnya Ellie Burszt McGowan prihatin dengan sekelompok pelajar yang mencoba pergi ke Bali.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

"Mereka menghabiskan 42 jam baik saat berada dalam pesawat yang berputar dilandasan sekitar 1 jam untuk keluar dari Bali pada Sabtu malam, berhenti di landasan pacu di Darwin, dan sehari di bandara Cairns kemarin," tulisnya di laman Jetstar.

"Mereka terbang ke Melbourne tadi malam di mana akhirnya mereka tidur dengan baik. Mudah-mudahan mereka bisa terbang ke Bali malam ini bertemu dengan teman-temannya dan menikmati liburan sekolah mereka dan menghilangkan kekhawatiran orangtua mereka."

Jessica Watson, yang telah terlantar di Bali sejak penerbangan pulang ke Sydney dibatalkan pada hari Sabtu, di lama Facebooknya menyatakan tidak senang dengan cara Jetstar menangani situasi ini.

"Tidak ada upaya menghubungi kami untuk memesan ulang/mengalokasikan kursi yang Anda katakan akan dilakukan sebagaimana Anda komunikasikan di website," katanya.

"Saya paham Anda itu maskapai penerbangan murah tapi komunikasi mengenai hal ini sangat buruk, setelah pengalaman kami di check-in dan bandara Sabtu malam ini sangat buruk dan saya akan merujuk masalah ini ke ombudsman saat saya kembali ke rumah," tambahnya.

ABC/AP

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.