ABC

Penerbangan dari Sydney Terganggu Lagi

Ribuan penumpang pesawat termasuk banyak keluarga yang hendak berlibur karena liburan sekolah, kembali menghadapi keterlambatan, karena sistem pengawasa udara di Sydney mengalami masalah.

Belasan penerbangan dibatalkan, dengan yang lainnya mengalami penundaan selama lebih dari dua jam hari Senin (25/9/2019) pagi.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

TWITTER: Tweet @AirServicesNews: The technical issue @SydneyAirport has been addressed, we are now working to resume to normal operations and clear the backlog of flights.

Jasa Layanan Udara Australia (Air Services Australia (ASA) mengatakan telah terjadi 'kegagalan sistem piranti lunak di menara pengawas lalu lintas udara di Sydney jam 5 pagi.

Karenanya, hanya sedikit saja jumlah penerbangan yang bisa lepas landas dan mendarat.

ASA mengatakan masalah itu sudah bisa diatasi, namun penundaan masih akan terus terjadi karena mereka harus menerbangkan penumpang yang sebelumnya yang batal.

Terjadi antrian panjang di meja pendaftaran dan juga meja transfer pesawat.

Jan Ibbottson yang sedang berlibur dari Inggris merasa frustrasi karena pesawatnya ke Gold Coast telah dibatalkan.

"Saya sebenarnya tenang, namun yang terjadi adalah kekacauan di sini." katanya.

A girl sits on the floor
Sienna Excell, 13, tidak bisa memulai liburan di Queensland karena pesawatnya tertunda di Bandara Sydney.

ABC News: Lexi Hamilton-Smith

Ibbottson mengatakan maskapai penerbangan tidak mampu menangani masalah ini dengan baik.

Sekitar 15 pesawat bisa mendarat dan lepas landas per jam menggunakan metode pengawas udara manual, namun biasanya terjadi 50 pergerakan udara setiap jamnya.

Wartawan ABC Lexy Hamilton-Smith mengatakan pesawatnya jam 7.30 pagi dari Sydney ke Brisbane ditunda.

Dia mengatakan penumpang menghabiskan lebih dari satu jam di dalam pesawat Qantas QF506 di landasan dan hanya penumpang yang tidak memiliki bagasi yang diperbolehkan turun.

Penumpang pesawat QF506 di Bandara Sydney tidak dijinkan keluar kecuali yang tidak memiliki bagasi.
Penumpang pesawat QF506 di Bandara Sydney tidak dijinkan keluar kecuali yang tidak memiliki bagasi.

ABC News: Lexy Hamilton-Smith

Kay Wallace yang berasal dari Bunbury di Australia Barat berada di Sydney dalam usaha mencapai Hobart guna mengikuti perayaan 50 tahun klub lari Hash House Harriers.

Penerbangannya dari Perth ke Melbourne dibatalkan semalam, dan dia kemudian dipindahkan dengan pesawat ke Sydney.

"Penumpukkan penumpang di sini harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum pemerbangan ke Hobart bisa ditangani." kata Wallace.

Menurut laporan yang diterima ABC, masalah yang terjadi berkenaan dengan sistem perencanaan penerbangan.

Sistem itu mengirimkan gambar ke layar monitor radar, dan tanpa adanya itu, para pengawas udara tidak bisa melihat pesawat mana saja yang akan lepas landas dan mendarat.

Juga diperkirakan hubungan data antara Sydney dan Melbourne juga terganggu.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini