ABC

Peneliti di Tasmania Ciptakan Teknologi Pendeteksi Bom Rakitan

Para peneliti dari Universitas Tasmania (UTAS) berhasil menciptakan teknologi yang bisa mendeteksi bom rakitan. Mereka berharap teknologi ini akan digunakan di bandara seluruh dunia dalam masa lima tahun mendatang.

Teknologi yang sudah dikembangkan selama 10 tahun terakhir akan bisa bekerja lebih baik dan lebih cepat dalam mendeteksi material yang terdapat di dalam bom rumahan buatan sendiri.

Michael Breadmore mengembangkan alat detektor baru ini bersama dengan sekelompok 12 peneliti dari UTAS dan mengatakan teknologi ini merupakan yang tercanggih di dunia saat ini.

"Alat ini bisa mendeteksi bom rumahan, buatan sendiri, jenis bom yang meledak di Oklahoma, di Boston, dan mungkin juga di London dan Madrid." kata Professor Breadmore.

Di tahun 2014, UTAS memberikan lisensi teknologi ini kepada perusahaan Australia bernama Grey Innovation, yang kemudian mengkomersialkan produk ini di bawah nama perusahaan GreyScan Pty Ltd.

Teknologi ini menggunakan proses analitis yang bisa 'mendeteksi tingkat bahan ledak dalam waktu 60 detik."

"Akurasi, konsistensi, dan kemampuan cepat untuk mengetahui bahan peledak adalah yang pertama dalam sistem pendeteksian bahan peledak di seluruh dunia." kata GreyScan di situs mereka.

Sampel untuk dianalisa 'dikumpulkan dari permukaan sasaran menggunakan cara swab" yang kemudian 'ditempatkan di lobang, dimana alat tersebut kemudian mengambil sampel' guna menganalisa bahan peledak yang ada.

Untuk alasan keamanan, rincian mengenai bahan yang bisa dideteksi itu tidak diungkapkan, namun peneliti mengatakan pelacakan ini akan mencegah serangan lebih lanjut.

"Ini adalah bukti dari kerja mereka yang berada di UTAS dan dan pusat penelitian terbaik di dunia yang kami miliki di sini." kata Professor Breadmore.

"Fakta bahwa ini bisa digunakan di mana saja di dunia ini adalah bukti dan contoh apa yang kami bisa lakukan di sini bila kami betul-betul memikirkan hal tersebut."

Jefferson Harcourt dari Grey Innovation, yang mengembangkan produk ini mengatakan meningkatnya ancaman terorisme global memang mengharapkan adanya teknologi lebih baik.

"Ancaman selalu bergerak dan adalah tugas para insinyur dan ilmuwan di seluruh dunia untuk selangkah di depan menghadapi ancaman tersebut, jadi UTAS melakukan hal tersebut."

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa unit deteksi ini akan 'diujicobakan di lingkungan yang nyata dimana kemampuan mendeteksi bahan peledak inorganik dalam masa kurang dari satu menit, akan bisa menyelamatkan banyak nyawa."

Diterjemahkan pukul 16:18 AEST 21/9/2016 oleh Sastra Wijaya. Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini