ABC

Pencarian Penumpang Kapal Tenggelam di Danau Toba Terhambat Cuaca

Diperkirakan 18 orang diselamatkan dan satu dikonfirmasi tewas dari antara sekitar 80 penumpang di atas kapal feri yang tenggelam di Danau Toba di provinsi Sumatera Utara Indonesia.

Kapal feri Sinar Bangun tenggelam dalam cuaca buruk sekitar pukul 5:30 sore (waktu setempat) hari Senin (18/6/2018) dari pelabuhan Tigaras, membawa penumpang dari Pulau Samosir danau, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Nugroho mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan yang melibatkan dua feri lain dan satu perahu kayu terhambat oleh kondisi cuaca di daerah itu pada Senin malam.

Belum jelas apakah ada orang asing dalam penumpang yang hilang adalah orang asing.

Danau seluas 1.145 kilometer persegi yang terbentuk dari kaldera gunung berapi ini adalah tujuan wisata populer.

Maher Tamba, seorang pejabat dari dinas bencana setempat, mengatakan setidaknya setengah lusin kapal sedang mencari orang yang selamat.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi menghambat pencarian, katanya.

Kecelakaan feri sering terjadi di Indonesia, sebuah kepulauan yang luas, terutama selama hari raya Idul Fitri ketika jutaan orang melakukan perjalanan tahunan melalui darat, laut, dan udara ke kampung halaman mereka setelah bulan suci Ramadhan.

Pekan lalu, sebuah longboat yang membawa sekitar 43 orang tenggelam di Makassar di pulau Sulawesi, menyebabkan 13 orang tewas, dan sebuah speedboat yang membawa 30 penumpang tenggelam di Sumatra Selatan, menewaskan sedikitnya dua orang.

Danau Toba yang dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata utama oleh pemerintah merupakan danau terbesar di Indonesia dan salah satu yang terdalam di dunia.

Reuters/AP

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini