ABC

Pemimpin Komunitas Muslim Australia Sampaikan Duka Cita Mendalam

Sejumlah pemimpin komunitas muslim bergabung dengan ratusan orang warga Australia yang berduka untuk meletakkan bunga di Martin Place dan mendo'akan korban penyanderaan di Sdney.

 

Sejumlah umat Muslim hadir di tugu peringatan dan memberikan doa. Foto: Twitter, @John__Donegan.

Polisi Australia memastikan dua orang sandera tewas dan pelaku penyanderaan ditembak mati setelah melakukan penyanderaan selama 16 jam di Cafe Lindt di pusat Kota Sydney.
 
Tragedi penyanderaan ini langsung mengundang simpati banyak warga, mereka meletakan karangan bunga diluar cafe Lindt sebagai bentuk penghormatan bagi kedua korban penyanderaan ini. 
 
Diantara warga yang berkabung, tampak sejumlah tokoh dari komunitas muslim Australia.
 
Silma Ihram dari Asosiasi Perempuan Muslim tampak berdoa untuk kedua korban setelah sebelumnya meletakan karangan bunga pagi ini.
 
"Kami semua terkejut dan sangat berduka," katanya.

"Kami berharap komunitas Australia melihat tragedi ini tidak ada kaitannya dengan komunitas muslim. Ini merupakan tindakan seseorang yang sangat jelas mengalami masalah kejiwaan," katanya.
 
"Pelaku sudah memiliki sejarah buruk dan kami semua berusaha menyatu dengan seluruh komunitas Australia untuk berduka atas apa yang terjadi disini,"
 
Ihram bergabung dengan Lydia Shelly dari Islamophobia Register, sebuah organisasi yang melaporkan insiden serangan anti-muslim.
 
"Mendatangi tempat ini merupakan hal yang sangat penting bagi saya, selain untuk menyampaikan duka cita , kehadiran kami juga untuk menunjukkan perasaan luar biasa yang berasal dari komunitas Muslim, "kata Shelly.

"Kami hendak  menyampaikan rasa hormat kami atas kepergian korban dan juga yang terluka dalam tragedi ini, saya sangat sedih. Pastinya semua warga Australia merasakan hal yang sama,"

Shelly mengatakan hari ini harus difokuskan kepada korban dibandingkan dengan kekhawatiran tentang potensi serangan balik yang akan terjadi pada komunitas muslim.
 
"Fokus dari keprihatinan komunitas muslim saat ini masih tertuju kepada korban tewas dan kami berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan,"
 
"Saya bahkan tidak merasa berhak untuk berbicara mengenai potensi serangan balik terhadap komunitas muslim, kami bahkan tidak terpikirkan itu sekarang ini," katanya.

"Saya berharap pesan keprihatinan dan dukungan terhadap komunitas muslim merupakan indikasi meningkatnya solidaritas dan kebersamaan diantara warga Australia dan akan semakin menguatkan ikatan kita."
 
"Kami tidak akan menyerahkan keyakinan kami kepada ketakutan dan kesalahpahaman dari banyak pihak,"
 
Shelly menolak klaim pelaku penyanderaan, Man Haron Monis, kalau dia adalah ulama islam. Menurutnya Monis adalah seorang penderita sakit jiwa yang tidak mewakili sama sekali muslim di Australia.
 
"Pria ini bukan ulama sama sekali. Dia adalah orang yang bergaya sebagai syekh dan mengklaim dirinya syekh. dia tidak pernah diketahui memberikan ceramah di mesjid kami atau dalam bentuk apapun,"
 
"Ini merupakan tindakan dari seseorang yang sangat jelas sakit jiwa dan terganggu pikirannya. Tindakannya tidak mencerminkan sama sekali sosok Syekh dalam agama kami maupun keyakinan kami. Di komunitas kami maupun mayoritas warga Australia dan dukungan yang kami terima sepertinya memahami pesan tersebut,"