ABC

Pemenang Nobel Asal Australia Ciptakan Obat Baru Cegah Asma dan Alergi

Pemenang Nobel asal Australia Professor Dr Barry Marshall sedang mengembangkan obat baru untuk mencegah penyakit asma dan alergi makanan seperti kacang dan kerang-kerangan.

Professor mikrobiologi pada University of Western Australia ini ingin menciptakan obat yang bisa menekan sistem kekebalan tubuh yang over aktif.

"Hal ini muncul dari penelitian kami mengenai helicobacter, yaitu bakteri penyakit perut, yang membuat Dr Warren dan saya memenangkan Hadiah Nobel beberapa tahun silam," jelas Dr Marshall.

"Kami berhasil temukan cara bakterin ini bertahan hidup di dalam tubuh, yaitu dengan menemkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa menghilangkannya," kata Prof. Marshall.

"Saya tak bisa menjamin obat ini akan menyembuhkan penderita alergi ... Kami pikir hal seperti ini akan menjadikan orang yang hiper reaktif ... turun menjadi normal," tambahnya.

Dr Marshall menyatakan obat ini berpotensui digunakan sebagai pengobatan untuk pencegahan pada anak-anak usia dini ketika mengalami tanda-tanda asma atau alergi makanan.

"Kita bisa membuat produk yang sangat ringan yang bisa mengubah sedikit keseimbangan pada tahap awal kehidupan ... Sehingga kita tidak lagi mendapati seperempat anak-anak Australia berjalan dengan alat bantu pernafasan di kantongnya," tutur Prof. Marshall.

"Kita mungkin akan bisa mencegah alergi seumur hidup," tambahnya.

Tanggapan seorang ibu

Seorang anak yang mengalami alergi makanan bernama Edward Randklev (7), baru berusia 4 bulan ketika orangtuanya curiga anak mereka itu mengalami alergi kacang-kacangan.

Diagnosa mereka itu dikukuhkan dan seorang pakar alergi memperingatkan reaksi Edward terhadap kacang-kacangan bisa mematikan.

"Memiliki anak yang alergi itu sangat sulit. Setiap mereka tinggalkan kita atau kita tinggalkan mereka, kita mulai khawatir," ujar Georgie Cunningham, ibu dari Edward.

Edward and mum Georgie Cunningham
Edward (7) dan ibunya Georgie Cunningham.

ABC News: Courtney Bembridge

Tampaknya obat ciptaan Professor Marshall tidak akan membawa manfaat bagi Edward, karena obat itu akan ditujukan buat anak-anak usia lebih dini. Namun Georgie Cunningham menyatakan siap jika anaknya diikutkan untuk ujicoba obat ini pada manusia.

"Apapun yang bisa saya lakukan akan saya lakukan demi membuat Edward lebih aman," katanya. "Ini akan sangat mengubah hidup kami sebab saya tak perlu lagi khawatir tentang dia."

"Tadi malam kita baru saja dengar orang meninggal karena memesan makanan take-away. Pria 37 tahun di Melbourne. Jadi saya langsung pikir, wow, saya masih akan terus khawatir biarpun dia sudah 37 tahun," ujar Georgie lagi.

"Makanya ide bahwa saya tak perlu khawatir, saya bahkan tak bisa bayangkan, terlalu bagus untuk jadi kenyataan," tambahnya.

Dalam bentuk bubuk

Dr Marshall mengatakan kemungkinan besar obat ini akan berbentuk bubuk yang bisa dikonsumsi dengan cara menambahkannya ke manakan atau minuman.

Menurut dia, obat ini sudah siap dibuat sebelum ujicoba keamanan bisa dimulai pada binatang atau manusia.

Diharapkan ujicoba klinis pada anak-anak akan dimulai dalam tiga tahun mendatang.

Dr Barry Marshall dan Dr Robin Warren mendapat Hadiah Nobel di tahun 2005 atas penemuan mereka bahwa penyakit maag bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Diterbitkan Pukul 12:00 AEST 25 November 2016 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.