ABC

Pembuat Boneka Beruang untuk Amal Populer di Internet

Kisah anak laki-laki asal Kota Hobart, Tasmania yang membuat boneka beruang untuk anak-anak yang sakit berhasil menarik perhatian jutaan orang dari seluruh dunia. setelah video kegiatan amalnya beredar luas di internet.

Campbell Remess, 12, menjadi perhatian masyarakat luas di dunia maya setelah video mengenai kegiatan amal yang dilakukannya[yakni membuat boneka beruang untuk anak-anak yang sakit] diunggah ke internet bulan lalu.
Video tersebut sudah disaksikan lebih dari 30 juta orang dan kini boneka beruang buatan Campbell telah mencapai audien yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat dan Eropa.
"Luar biasa sekali [boneka beruang saya] berhasil dikirim hingga jauh ke seluruh dunia,” katanya.

Campbell Remess sedang membuat boneka beruang
Campbell harus bekerja keras dengan mesin jahitnya agar bisa memenuhi permohonan boneka beruang buatannya di media sosial.

ABC News: Elise Fantin


Anak laki-laki kecil yang berbakat ini telah membuat boneka beruang hampir setiap hari selama tiga tahun belakangan. Sekarang aktivitasnya ini telah menarik perhatian orang.

"Saya hanya melakukan apa yang saya kerjakan,” katanya.
Campbell, yang lebih dikenal dengan sebutan "Bumble", mengaku dia memilih strategi untuk mengatasi permintaan yang terus bertambah di sosial media.
"Saya berusaha tidak memprioritaskan hal tersebut, saya akan terus saja membuat boneka beruang dan saya akan kembali setiap 5 menit untuk menjawab mereka dan kemudian kembali melanjutkan kegiatan saya membuat bonela,” katamya.
Berbagai program TB Nasional dam internasonal antri untuk mewawancarainya dan sejumlah sekolah telah meminta Campbell untuk berkunjung ke sekolah mereka dan berbicara dengan murid-murid mereka.

Telepon tidak berhenti berdering

Boneka beruang karya Campbell Remess dipajang di rak
Berbagai kalangan dari seluruh dunia menawarkan bantuan bahan baku untuk membuat boneka kepada Campbell.

ABC News: Elise Fantin


Ibu Campbell, Sonya Whittaker mengatakan telepon selularnya tidak berhenti berdering.
"Apa yang luar biasa adalah dia sudah melakukan ini selama 3 tahun dan dia hanya duduk di kamarnya kecilnya melakukan pekerjaannya dan lalu tiba-tiba saja, hanya dalam waktu semalaman, dia menjadi terkenal,” katanya.
Whittaker mengatakan memastikan Campbell menjadi tidak terganggu dengan perhatian media sangat penting.
"Dia masih melakukan tugas sekolahnya, dia masih melakukan tugas dan kebiasannya sehari-hari,’katanya.
"Dia masih tetap membersihkan tempat tidurnya, masih harus melakukan tugasnya mengajak anjingnya jalan-jalan – sehingga untuk media, saya membatasi melakukan satu wawancara sajasetiap dua hari sekali,”
Keluarga Campbell terpaksa membuat situs untuk menghadapi melonjaknya permintaan boneka beruang buatan Campbell.
Whittaker mengatakan orang asing dari seluruh dunia juga banyak menyumbangkan berbagai barang, mulai dari pita, bahan berbulu dan bahan isi boneka.
“Melihat antuasiasme warga ya hendak membantu dan menjadi bagian dari proyek Campbell ini sangat luar biasa,” kata Whitaker. Campblell juga bekerja untuk mengorganisir penggalangan dana di Hobart bagi penelitian kanker.

Campbell Remess dan ibunya Sonya Whittaker
Ibu Campbell Sonya Whittaker mengatakan dia tetap harus melakukan tugas-tugasnya setiap hari seperti anak laki-laki pada umumnya.

ABC News: Elise Fantin

Diterjemahkan pukul 15:30 WIB, 6/11/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.