ABC

Pembersih Kutu Rambut, Sosok Yang Dicintai Para Orang Tua Australia

Anna Cukierman menggambarkan dirinya sebagai seorang pembasmi profesional, tapi mungkin pekerjaannya bukan seperti yang Anda pikirkan.

Selama 12 tahun, ibu dari timur Melbourne ini dipanggil oleh orang tua yang stres menangani salah satu mimpi terburuk mereka -kutu rambut.

"Saya mendapat telepon dari orang tua yang sangat putus asa yang mengatakan, 'Tolong datang dan selamatkan saya'," ujarnya.

Anna menawarkan layanan pembersihan kutu rambut via ponsel, mencabut serangga pengisap darah dari kepala anak-anak "layaknya profesional".

Ia mengatakan, sebagian besar bisnisnya tersebar dari mulut ke mulut, seiring dengan namanya disebutkan di forum daring oleh para orang tua yang panik.

"Orang-orang itu miskin waktu. Seringkali anak-anak tidak mau duduk di depan ibu mereka, dan saya adalah ibu orang lain sehingga mereka bisa duduk dengan baik dan sopan di depan saya," ujarnya.

"Mereka akan duduk di sana berjam-jam dan saya bisa duduk di sana berjam-jam dan membersihkan kutu rambut."

Sementara kebanyakan orang akan mundur untuk menjadikan pembersih kutu rambut sebagai sebuah profesi, Anna mengatakan bahwa ia menyukai pekerjaannya.

"Suami saya bisa pamer dan mengatakan bahwa istri saya adalah seorang pembasmi kutu rambut," katanya sambil tertawa.

"Dan saya merespon, 'Ya, itulah saya'.”

"Tak banyak pekerjaan yang benar-benar disyukuri orang, tapi ini memang salah satunya."

Anna Cukierman mengatakan, ia menggunakan jarinya untuk membersihkan kutu rambut.
Anna Cukierman mengatakan, ia menggunakan jarinya untuk membersihkan kutu rambut.

Supplied

Selfie dianggap media penyebaran kutu rambut

Kutu rambut telah lama menjadi penderitaan besar bagi para orang tua, namun para periset baru-baru ini menunjuk kegiatan berfoto selfie sebagai kontributor penyebaran mereka.

Direktur utama ‘Klinik Kutu Australia’, Michael Lawless, mengatakan bahwa teknologi memberi kutu cara baru untuk menyebar.

"Salah satu kesalahpahaman besar yang dimiliki orang adalah kutu itu bisa melompat. Kutu tidak bersayap dan mereka tidak bisa melompat sehingga mereka membutuhkan kontak langsung," sebutnya.

"Teknologi memungkinkan mereka [anak-anak] menyandingkan kepala mereka untuk jangka waktu yang lebih lama.”

"Jadi, saat Anda memiliki anak yang berbagi iPad, laptop, atau ... berfoto selfie di mana mereka semua menyandingkan kepala mereka, itu adalah lingkungan yang sempurna bagi seekor kutu untuk berpindah dari kepala satu ke kepala lain."

Anna setuju bahwa foto selfie memiliki dampak.

"Saya berada di rumah klien yang memiliki seorang gadis remaja dan ia melihat foto-foto pesta baru-baru ini yang ia kunjungi dan semuanya berfoto selfie dengan kepala semua orang berdempetan," katanya.

"Gadis ini dipenuhi kutu dan saya pikir setiap anak dari pesta itu pulang dengan gerombolan kutu."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.