ABC

Pemain Footy Keturunan Aborigin yang Dilempari Pisang Maafkan Pelaku

Pemain depan klub footy Adelaide Crows Eddie Betts menyatakan telah memaafkan seorang pendukung klub Port Adelaide yang melemparinya pisang saat pertandingan kedua klub itu di Stadion Adelaide Oval, Australia Selatan, Sabtu pekan lalu.

Perempuan yang melakukan pelemparan itu telah dibatalkan kartu keanggotaan klubnya, dilarang menghadiri pertandingan klub untuk selamanya, dan akan menjalani pelatihan kepekaan budaya.

Pihak kepolisian juga telah menjatuhkan denda $543 karena pelanggaran perilaku tidak tertib.

Eddie Betts yang merupakan pemain footy keturunan aborigin kepada Radio 5AA mengatakan kejadian pelemparan itu menunjukkan rasisme masih ada dalam dunia olahraga, namun menegaskan dirinya siap untuk melupakan kejadian itu.

“Dia mengaku dan dia minta maaf. Saya tidak dendam – saya maafkan dia untuk apa yang dia lakukan itu. Saya rasa semua orang juga harus (memaafkan),” katanya.

“Dia cari bantuan dan tahu kan, tidak pernah telat untuk belajar,” kata Eddie Betts. “Dan larangan seumur hidup, saya kira dia tak perlu dihukum larangan seumur hidup.”

Betts berharap perempuan itu bisa “kembali dan menikmati footy”.

“Tahu kan, semua orang suka footy. Anda hanya perlu menjaga tindakan anda atau kata-kata anda saat footy,” ujarnya.

“Tidak bisa begitu, tidak bisa melemparkan sesuatu ke lapangan, jangan kata-katai pemain,” tambah Eddie Betts.

“Biarkan dia tenang sekarang, saya kira, melanjutkan hidupnya dengan tenang sebab saya ngerti dia banyak menerima kecaman di media sosial dan lainnya. Makanya seperti saya bilang, saya telah maafkan dia dan begitu anda semua pun harus,” tuturnya.

Betts mengakui tidak menyadari adanya pisang yang dilempar ke arahnya sampai saat dia menerima telepon saat mengemudi pulang ke rumah usai pertandingan.

Dia juga menghargai cara klub Port Adelaide mengatasi masalah ini.

“Semua ini terkait pembelajaran. Seperti saya bilang, tak pernah telah untuk belajar,” kata Betts.

"Saya melihatnya bahwa tidak ada orang yang terlahir rasis, tak ada orang yang terlahir dengan itu sehingga akhirnya mendarah-daging dalam dirinya atau dia belum belajar tentang hal itu," kata Eddie Betts.

“Hanya saja saya kecewa sebab masih ada di luar sana dan masih ada dalam pertandingan kita,” ujarnya.

“Saya kira kita perlu membuangnya dari pertandingan kita dan saya rasa AFL merupakan wahana terbaik untuk membasmi rasisme,” tutur Eddie Betts.

Diterbitkan Pukul 15:00 AEST 24 Agustus 2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.