ABC

Pemain Besar Australia Pengaruhi Turunnya Harga Bijih Besi Dunia

Harga bijih besi di pasaran sedang mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah turunnya permintaan dari China, tapi ada juga pengaruh dari pemain-pemain besar industri dari Australia.

Banyak pebisnis Australia yang mulai merasakan dampak penurunan harga bijih besi. Antara lain, produsen bijih besi Western Desert Resources, yang sudah bangkrut.

Perusahaan ini mengalami masalah terkait operasional dan cuaca sejak mulai beroperasi sembilan bulan lalu.

Saat itu, harga bijih besi 135 (Rp 1.590.000 dollar per ton). Namun, sejak saat itu harga-harganya menurun sebesar hampir 40 persen. Bahkan, ada kemungkinan akan turun lagi sebesar 20 persen.

"Agak ekstrim sepertinya, tapi bukan berarti menurut saya itu tidak mungkin. Harga bisa saja turun dari 80an ke 70an [dollar per ton], komentar analis komoditas global UBS, Daniel Morgan.

"Kita sudah melihat dalam beberapa tahun terakhir bahwa ada koreksi harga di masa ini dalam satu tahun."

Seiring makin melambatnya ekonomi dan booming pembangunan China, permintaan akan bijih besi pun makin melemah sementara penawaran dari negara-negara lain stabil.

Australia kini menghasilkan separuh dari produksi bijih besi dunia.

Pasar bijih besi kian kompetitif, dengan berbagai pemain seperti Fortescue, Roy Hill, dan Aquila.

Menurut Chirs Richardson dari Deloitte Access Economics, bijih besi menyumbang sekitar 1 dollar dari tiap 20 dollar yang didapat ekonomi Australia tiap tahunnya.

"[Bijih besi] adalah bagian yang amat besar dari ekonomi," tuturnya.

Richardson menjelaskan lebih lanjut bahwa harga bijih besi tak akan kembali tinggi seperti tahun 2013 lalu. "Dekade saat ini akan melihat peningkatan permintaan, tapi tidak sebesar sebelumnya, sementara ada ledakan penawaran...harga akan turun."

Ada juga yang berharap bahwa permintaan dari China akan meningkat, karena pihak pembeli terpaksa menumpuk persediaan menghadapi musim dingin.

"Rata-rata, selama beberapa tahun terakhir harga naik 5 persen di bulan November, dan turun lagi sebesar 7 persen di bulan Desember," ucap Daniel Morgan.

Reasonable, but maybe not a full recovery.