ABC

Pelajaran Mandarin Yang Didanai Pemerintah China Dikaji Kembali di NSW

Di Australia, pemerintah negara bagian New South Wales sedang mengkaji program pengajaran bahasa Mandarin yang disponsori oleh pemerintah China yang dikhawatirkan bisa menjadi lahan propaganda partai Komunis.

Para asisten guru yang diangkat oleh Partai Komunis China sekarang bekerja di 13 sekolah negeri di NSW di bawah program bernama Confucius Classrooms.

Program ini juga menyediakan dana bantuan dari Hanban Institut milik pemerintah China dan beroperasi di beberapa sekolah swasta di negara bagian tersebut.

Juru bicara Menteri Pendidikan NSW Rob Stokes mengukuhkan bahwa program perjalanan kepala sekolah NSW untuk mengunjungi China yang didanai oleh pemerintah China sudah dibatalkan.

Juru bicara Stokes mengatakan pemerintah sekarang menyelidiki keprihatinan mengenai program Confucius Classrooms.

"Hubungan Departemen Pendidikan dengan Confucius Institute saat ini sedang dikaji guna memastikan tidak adanya pengaruh yang tidak benar dari kekuatan asing." kata juru bicara tersebut.

"Maka tidak layak untuk memberikan komentar lebih jauh sampai kajian itu diselesaikan."

Tindakan pemerintah itu disambut baik oleh seorang warga yang berasal dari Taiwan, Carole Lu yang menghindar untuk memasukkan anakanya ke sekolah yang menawarkan program Confucius karena khawatir pelajaran akan mempromosikan agenda politik China.

"Saya khawatir dengan budaya seperti apa yang akan diajarkan kepada anak-anaik, ini kekhawatiran saya sebagai ibu." katanya.

"Saya khawatir dengan propaganda. Pemerintah harus memastikan pengajaran tidak bersifat politik sama sekali."

Lu mengatakan dia khususnya khawatir bahwa para asisten guru tersebut akan mejelaskan masalah politik berkenaan dengan Taiwan dan Tibet.