ABC

Pelajaran Bahasa Inggris: Bagaimana Memulai Pembicaraan

Bertemu dengan orang baru, apalagi harus menggunakan bahasa yang berbeda, bukanlah hal yang mudah. Dalam pelajaran bahasa Inggris dari ABC Australia Plus minggu ini, kami berikan beberapa tips bagaimana memulai pembicaraan.

Sapaan halo! (Say hello)

Flickr CC: Pierre Anquet

Cara yang paling mudah untuk memulai pembicaraan adalah bersikaplah dengan penuh percaya diri tentang diri anda sendiri.

Dalam banyak kasus, jenis percakapan yang terjadi akan tergantung dimana anda berada dan apakah ada kesamaan anda dengan orang-orang di sekeliling anda.

Tentu saja, anda mungkin akan memulai dengan sapaan:

'Hi my name is Jason.' (Hi nama saya Jason).

Kadang kala, anda bisa memulai dengan bertanya dengan pertanyaan umum atau memberikan pujian.

Hello, I love your red shoes. Where did you get them? (Hello, saya suka dengan sepatu merah anda. Beli dimana?)

'Is that a new camera? It looks amazing.' (Apakah itu kamera baru. Bagus sekali).

Atau anda bertanya mengenai cuaca atau sesuatu yang terjadi di sana.

'It's so hot today. How are you coping with the heat?' (Panas sekali hari ini, bagaimana anda bertahan di cuaca sepanas ini?)

'I'm so sick of this rain. Is it always like this here in winter?' (Saya sebal dengan hujan. Apakah keadaan seperti ini terus di musim dingin?).

Apapun kalimat awal anda, jangan takut. Ingat tidaklah semua pembicaraan akan berakhir dengan persahabatan. Kadang kala, interaksi kecil, seperti bertanya mengenai satu tempat atau memuji, akan membantu anda lebih percaya diri. Dan bila pembicaraan tidak berlanjut, jangan khawatir. Masih ada banyak orang yang bisa anda ajak berbicara, jadi coba dengan yang lain lagi.

Lihat sekeliling (Look around)

Flickr CC: iDJ Photography

Bila anda berada di satu tempat misalnya di pesta, atau konser, atau di acara makan malam, anda mestinya sudah memiliki kesamaan dengan orang-orang di sekitar anda.

Anda bisa memulai pembicaran dengan pertanyaan seputar acara tersebut.

‘Have you seen this band play before?’ (Apakah anda pernah melihat band ini tampil sebelumnya?)

‘Have you tried the birthday cake, it’s delicious!’ (Apakah anda yang membuat kue ulang tahun ini?. Rasanya enak).

‘How do you know [the person hosting the party]?’ (Kok anda kenal dengan tuan rumah).

Atau anda bisa memulai dengan diri anda sendiri, dan diikuti dengan pertanyaan:

‘This is the first Australian rules football game I’ve ever been to! Who do you think will win?’ (Ini adalah pertandingan footy pertama yang saya saksikan, menurut anda siapa yang akan menang?).

Bila anda pernah bekerja bersama atau satu sekolah, ini juga bisa menjadi awal pembicaraan.

‘This is my first day here, could you help me to find my lecture theatre? (Ini adalah hari pertama saya di sini. anda tahu dimana ruang kuliah?)

'What subjects are you studying this year?'  (Mata kuliah apa yang anda ambil tahun ini?)

‘How long have you worked here?’ (Sudah berapa lama anda bekerja di sini?)

‘Can you recommend anywhere good to eat around here?’ (Anda tahu tempat makan yang enak di sekitar sini?).

Bergabunglah (Join in)

Flickr CC:Sagar

Bila ada kelompok yang sudah teribat permbicaraan, anda kadang bisa ikut bergabung.

Mungkin anda perlu mendengar dulu dan masuk ke dalam pembicaraan di saat yang tepat. Bila pembicaraan bersifat pribadi, pembicaran mungkin tidak ingin anda langsung terlibat. Jadi semua tergantung pada situasi.

Bila mereka tampak santai dan terbuka, anda bisa mencoba menemukan sesuatu yang menarik untuk ditambahkan.

Anda bisa menggunakan frasa seperti ini untuk masuk ke dalam pembicaraan.

‘Excuse me, I overheard you talking about…’ (Maaf, saya mendengar kamu mengatakan...)

‘Hi, my name is...' (Hi nama saya...)

 ‘I heard you talking about…’ (Saya dengar kamu mengatakan...)

 ‘Did I hear you say…?’ (Saya dengar kamu bilang..)

Berikut beberapa contoh mengenai penggunaan beberapa frasa tersebut.

‘Excuse me, I overheard you talking about travelling to Australia. My sister went there last year. When are you going?’ (Maaf, saya mendengar anda berbicara mengenai perjalanan ke Australia. Saudara perempuan saya kesana tahun lalu. Kemana anda akan pergi?).

‘Hi my name is Shirley. I heard you talking about Adelaide university. I’m a student there, too. What do you study?’ (Hi nama saya Shirley. Saya dengar anda berbicara mengenai Adelaide University. Saya juga mahasiswa di sana. Jurusan apa yang anda ambil.)

‘Did I hear you say you’re watching the new Game of Thrones series? I’m half way through it, I love that show. Where are you up to?’ (Saya dengar anda mengatakans sedang menonton seri terbaru Game of Thrones. Saya juga sudah menonton separuhnya. Saya suka dengan seri ini. Anda sudah sampai dimana?)

Bila anda merasa kesulitan masuk ke dalam percakapan, anda bisa mengatakan:

‘Excuse me, would you mind if I joined your conversation? I don’t know anyone here yet, and you look interesting to talk to.’ (Maaf, bolehkah saya ikut bergabung dalam pembicaraan ini. Saya belum kenal dengan anda semua, dan kalian semua tampak menarik untuk diajak berbicara).

Teruskan pembicaraan (Keep talking!)

Flickr CC:Eva Funderburgh 'Conversation + Stilts'

Setelah anda menemukan seseorang yang menarik untuk dijadikan teman pembicaraan, anda bisa menerukan permbicaraan dengan menunjukkan minat anda.

Kata atau frasa yang bisa digunakan untuk membuat pembicaraan terus berlanjut antara lain: really,  I see, and that’s interesting

A: I went to the beach yesterday. ‘ (Saya ke pantai kemarin)

B: ‘Really?’

A: ‘Yes, it was so nice to go swimming.’ (Ya, enak sekali bisa berenang di sana).

A: ‘I usually walk along the path by the river.’ (Saya biasanya berjalan di jalan setapak menyusuri sungai)

B: ‘I see’.

A: ‘It’s lovely there in the morning.’ (Di sana enak sekali di pagi hari).

 

A: I’ve been thinking I’d like to travel next year. (Saya berencana untuk bepergian tahun depan)

B: 'That’s interesting.'

A: 'Yes, I can’t decide if I should visit Thailand or Indonesia.' (Ya, tapi saya belum bisa memutuskan apakah akan ke Thailand atau ke Indonesia).

Ajukan pertanyaan (Ask questions)

Flickr CC: Hector Parayuelos

Tentu saja, untuk membuat sebuah percakapan berhasil, anda harus bertanya mengenai orang yang anda ajak berbicara.

Biasanya akan menjadi hal yang membosankan bila kita berbicara dengan seorang yang hanya mau berbicara mengenai diri mereka sendiri.

Jadi tunjukkanlah perhatian mengenai orang lain dan apa yang mereka pikirkan.

Anda bisa memberikan pertanyaan pendek untuk membuat pembicaraan tetap berlanjut.

‘I’m really looking forward to the party on Saturday.’ (Saya sudah tidak sabar untuk pergi ke pesta hari Sabtu)

‘Are you?’ (Apakah kamu akan kesana?)

‘Yes, I think everyone will be there.’ (Ya, saya kira semua orang akan kesana).

Kita juga bisa mengulang bagian yang dikatakan lawan bicara sebelumnya menjadi pertanyaan.

‘I live in Paddington.’ (Saya tinggal di Paddington)

‘Paddington, that’s very close to the city isn’t it?’ (Paddington, letaknya dekat dengan kota bukan?).

Bila lawan bicara tampaknya terbuka untuk melanjutkan pembicaraan, anda bisa memperluas dengan bertanya guna mengetahui lawan bicara lebih jauh,

‘What do you do for a living?’ (Apa pekerjaan anda?)

‘Do you live around here?’ (Apakah anda tinggal di sekitar sini?)

‘Do you have any exciting plans for the weekend?’ (Apakah anda punya rencana menarik di akhir pekan ini?)

Anda juga bisa bertanya mengenai pengalaman atau pendapat lawan bicara, namun kalau bisa jangan menyentuh masalah seperti politik, sampai anda mengenal orang itu dengan baik.

‘What did you think about the show?’ (Bagaimana pendapat anda mengenai pertunjukkan tadi?)

‘What was your experience of studying here?’ (Bagaimana pengalaman anda ketika belajar di sini?)

‘What do you like about this neighbourhood?’ (Apa yang menarik dari lingkungan di sini?)

Jadilah diri sendiri (Be yourself)

Flickr CC: Hsuanya Tsai

Ingat untuk tetap menjadi diri sendiri dan memberikan pendapat anda sejujurnya.

Banyak diantara mereka yang belajar bahasa Inggris khawatir berbicara dalam bahasa Inggris karena tata  bahasa mereka tidak sempurna. Namun berbicara, bukanlah seperti sedang menghadapi ujian - anda tidak harus sempurna.

Yang paling penting adalah melakukan komunikasi, dan ini tidak semuanya berkenaan dengan bahasa. Tersenyum, tertawa, ramah, dan percaya diri -hal-hal seperti ini akan membantu anda dalam pembicaraan walaupun kemampuan bahasa anda tidak (belum) sempurna.

Mengakhiri pembicaraan (Ending the conversation)

Flickr CC: Chloe Muro

BIla anda ingin mengakhiri pembicaraan, anda bisa menggunakan frasa seperti:

‘Well, I should let you get back to what you were doing.’ (Ya, silahkan lanjutkan kegiatan anda sebelumnya tadi)

‘I just realised you are probably busy, I will go now.’ (Saya baru menyadari bahwa anda sebenarnya sibuk, saya akan pergi sekarang).

‘I should let you go.’ (Saya tidak harus menahan anda lagi)

‘I should get going.’ (Saya harus pergi sekarang)

Jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada lawan bicara dan mengatakan anda sudah menikmati perbincangan.

‘I should let you get back to work, but it’s been great talking to you.’ (Silahkan lanjutan kegiatan anda tadi, namun senang bisa berbicara dengan anda).

‘I have to get going, but thanks for the chat.’ (Saya harus pergi, namun terima kasih atas perbincangan kita).

‘Thanks for talking to me today. It was great to hear your opinion about the neighbourhood. I will have to try out that pizza restaurant you recommended.’ (Terima kasih sudah berbicara dengan saya. Senang sekali mendengar opini anda mengenai lingkungan sekitar. Saya akan mencoba restoran pizza yang anda rekomendasikan).