ABC

Pasta Kacang Hijau Solusi Bagi Penderita Alergi Kacang

'Pasta kacang' kemungkinan bisa kembali disajikan di sekolah bebas alergi, rumah sakit dan maskapai berkat peneliti Australia yang berhasil mengembangkan produk nyaris identik terbuat dari kacang hijau.

Banyak lembaga melarang menyajikan produk terbuat dari kacang karena takut penderita alergi kacang beresiko mengalami syok anafilaksis mematikan dan awal pekan ini Australia dinobatkan sebagai pemimpin dunia dalam hal alergi makanan.

Tapi General Manager di Pusat Inovasi Ekspor Biji-bijian Australia, Ken Quail berharap pasta kacang hijau ciptaannya dapat merevolusi industri dan memberikan organisasi dan perusahaan ketenangan.

"Pasta kacang hijau ini menghilangkan seluruh resiko alergi kacang secara menyeluruh," katanya.

"Maskapai dapat menyajikan produk ini kepada siapa saja, produk ini menghapuskan resiko besar yang mereka hadapi dalam menyajikan produk apa saja yang mengandung kacang."

"Apa yang mereka lakukan sekarang adalah benar-benar menghindari produk mengandung kacang dan situasi ini bisa dipulihkan,"

Rasa, diakui Dr Quail, mungkin memang tidak bisa menipu orang.

"Sejumlah orang yang tidak tahu apa produk ini menduga ini pasti berasal dari selai kacang, "katanya.
"Baik dalam warna, tekstur dan rasa, itu sangat mirip."

Dia mengatakan kacang hijau juga bisa dibandingkan kandungan gizinya sebagai sumber protein yang sangat baik, rendah lemak dan tinggi serat.

Pusat Inovasi Ekspor Biji-bijian Australia telah mempatenkan produk ini, dan telah menjual hak ciptanya pada sebuah perusahaan yang telah memproduksi beberapa produk komersil mulai dari coklat, crunchy dan selai lembut tapi bukan kacang.

Tapi ujian yang sebenarnya adalah bagaimana lembaga di dalam negeri dan kalangan pebisnis bersedia menyajikan selai kacang ini dengan tarif yang sama dengan selai kacang pada umumnya.

"Saya kira ini contoh yang sangat menarik bagi maskapai atau rumah sakit, mereka bisa menyajikan produk ini misalnya dalam bentuk saus sate, yang biasanya dibuat dari kacang,' kata Dr Quail.

"Anda benar-benar menghilangkan resiko efek alergi. Maskapai dapat menyajikannya untuk semua orang."

Melarang produk kacang bukan solusi

Natasha dan Izaac Couzens
Putera Natasha, Izaac, 5, memiliki alergi kacang hebat.

ABC News: Rebecca Trigger

Tapi tidak semua orang percaya melarang produk dari kacang dan menggantinya adalah cara terbaik untuk mencegah resiko alergi kacang.

Natasha Couzens adalah ibu muda yang tinggal di Kununnura, lebih dari 3.000 km timur laut Perth, dekat perbatasan Northern Territory, ketika anaknya pertama memiliki reaksi anafilaksis.

Dia memberinya makan selai kacang ketika ia berusia 20 bulan dan wajahnya langsung membengkak, dan dia harus dibawa dengan ambulans ke rumah sakit dan dirawat selama enam jam.

"Saya mungkin mengalami shock selama beberapa hari," katanya.

"Ini adalah insiden yang mengubah keadaan kami.

"Anda menjalani hidup seperti biasa dan kemudian insiden ini terjadi dan ini seperti jembatan saja yang anda lewati dan tidak pernah bisa anda lalui kembali."

Couzens, yang memiliki bisnis yang mengembangkan produk untuk mendidik orang tentang anafilaksis, menilai produk pengganti kacang pasti akan disambut baik, namun pengelolaan resiko tetap menjadi hal yang paling penting.

Dia mengatakan di sekolah Izaac, orang tua sangat mendukung, tapi tidak ada larangan terhadap produk terbuat dari kacang atau makanan pemicu alergi lainnya.

"Pelarangan ini bukan solusi yang baik, karena anda bisa menjadi puas dengan aturan itu," katanya.

"Begitu anda berpikir sesuatu itu aman, makan tingkat kepedulian kita langsung turun dramatis,"

Presiden Alergi dan Anafilaksis Australia, Maria Said memperingatkan sementara kacang menjadi masalah bagi sebagian orang, ada banyak makanan lain yang bisa menimbulkan risiko alergi, dan pelarangan produk beresiko alergi dan makanan pengganti juga belum maju.

"Saya pikir bagus jika ada perusahaan yang berpikir di luar kebiasaan dan bisa menyediakan makanan bagi orang-orang dengan kebutuhan makanan khusus, terutama orang-orang dengan anafilaksis," katanya.

"Tapi saya pikir kita harus realistis tentang penghapusan makanan bergizi sehat lainnya dari pasar, dan menggantinya hanya karena alergi."
Diterjemahkan pada pukul 19:50 wib, 24/08/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.