ABC

Pasar Properti di Australia Mulai Melunak

Di Australia investor properti nampaknya merasakan dampak dari peraturan yang lebih ketat untuk rental properti dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dengan penurunan tajam untuk pinjaman di bulan September lalu.

Angka penyesuaian pinjaman perumahan yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Australia menunjukkan pinjaman investor jatuh 6,2 persen dalam sebulan.

Penurunan tersebut menyusul pengetatan aturan yang membatasi kemampuan bank untuk memberikan pinjaman kepada investor dan menaikkan bunga baru khusus pinjaman.

Pinjaman bagi pemilik yang sekaligus menghuni properti juga menurun (2,1 persen), sementara nilai keseluruhan pinjaman rumah turun 3,6 persen menjadi $35,5 miliar, sekitar Rp 35 triliun.

Mundurnya investor telah memudahkan para pembeli rumah pertama, yang telah mengambil kredit rumah lebih besar, meski nilainya masih kecil, dalam beberapa bulan terakhir.

Pembeli rumah pertama sekarang bernilai 17,4 persen dari seluruh jumlah kredit rumah baru. Angka ini termasuk tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Mereka juga mendapat keuntungan dari harga pajak pembelian rumah, atau stamp duty, di negara bagian New South Wales dan Victoria.

Jumlah rata-rata pinjaman bagi pembeli rumah pertama turun $6.200 (Rp 62 juta) menjadi $315.000 (Rp 3,1 miliar), sementara dibandingkan seluruh pasar properti, kredit rumah rata-rata naik $2.100 (Rp 21 juta), kini senilai $371.000 (Rp 3,7 miliar).

Positif tapi masih suram

Ekonom dari J.P. Morgan, Henry St John mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kredit pinjaman rumah dalam keadaan suram di bulan September.

"Pinjaman investor jelas melemah pada bulan September, dan memberikan bukti tambahan bahwa kenaikan yang sedikit di bulan Agustus terhadap tren lebih berpengaruh," kata Henry.

Turunnya pinjaman investor adalah yang paling tajam dalam dua tahun, dengan pertumbuhan tahunan di sektor ini menjadi 6 persen, yang sudah tumbuh mendekati 30 persen pada awal tahun ini.

"Tren penurunan pada pinjaman investor sejak April bertahan hingga sekarang," kata Henry.

Daniel Gradwell dari Bank ANZ mengatakan meski masih ada hal negatif dalam pasar properti, ada beberapa hal yang menggembirakan dalam hal kebijakan.

"Kebijakan makroprudensial APRA, yang ditujukan untuk investor dan bunga hanya untuk pinjaman, tampaknya memiliki efek yang diinginkan untuk mengeluarkan investor keluar dari pasar," kata Daniel.

"Sementara utang rumah tangga masih tumbuh lebih cepat dari pendapatan, perkembangan ini memungkinkan regulator dan RBA [bank sentral Australia] untuk bersabar."

Tren positif lainnya adalah angka untuk pembangunan dan pembelian perumahan baru masih menjadi tren lebih tinggi, terutama di negara bagian New South Wales dan Victoria.

"Ini terus menyiratkan bahwa kenaikan persetujuan pembangunan akan terus ada dalam beberapa bulan mendatang," kata Daniel.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.