ABC

Panti Jompo Ini Dapat Akreditasi Ramah Lansia LGBTI

Di masa tua, ternyata banyak lansia gay yang kembali harus mengalami kesulitan dalam mengungkapkan identitas orientasi seksual mereka kepada sesama lansia lainnya yang tinggal di panti jompo. Oleh karena itu sebuah lembaga menginisiasi akreditasi ramah LGBTI untuk panti jompo di Victoria.

Mantan Hakim Pengadilan Tinggi Michael Kirby, yang mantan aktifis komunitas LGBTI mengatakan gay yang menjadi penghuni panti jompo kembali menghadapi kekerasan dan kebencian yang pernah mereka alami di masa muda/kecil mereka dan khawatir dengan reaksi dari sesama penghuni lainnya.
 
"Hal yang menakutkan adalah beberapa orang penghuni panti harus menghadapi seluruh proses yang pernah mereka alami untuk diterima di komunitasnya,"
 
"Mereka mengira mereka sudah pernah menjalaninya dan semua sudah berlalu, tapi ternyata perjalanan serupa masih harus mereka hadapi lagi," katanya.
 
Salah satu organisasi berusaha untuk mengatasi isu ini adalah penyedia layanan perawatan lansia berbasis keyakinan terbesar di Australia, Uniting.
 
Uniting menjadi penyedia layanan panti besar pertama di Australia yang memiliki kebijakan menerima akreditasi Rainbow Tick, yang mengakui penyediaan layanan yang aman dan inklusi bagi lansia LGBTI.
 
"Anda bisa mengungkapkan orientasi seksual atau jenis kelamin Anda dengan aman. jika tidak juga tidak masalah,' kata Direktur pelayanan lansia Uniting, Steve Teulan.
 
Akreditasi Rainbow Tick dikembangkan oleh Lembaga Amal Inovasi Kualitas Kinerja Kesehatan Gay dan Lesbian Victoria.
 
Seluruh karyawan Uniting yang berjumlah  6500 orang telah menjalani pelatihan dan badan pengawas telah mensurvey 30 lokasi panti lansia Uniting sebagai bagian dari proses akreditasi Rainbow Tick.
 
"Perlu kerja keras agar lembaga kami bisa menciptakan privasi, penghormatan dan harga diri lansia LGBTI serta menciptakan komunitas yang benar-benar inkulsif," kata Teulan.
 
Kehadiran layanan lembaga perawatan lansia bagi komunitas LGBTI telah menjadi tantangan yang lama dinantikan.
 
Menyusun kebijakan LGBTI adalah langkah awal yang bagus, menurut Dianne Latter, perawat gay yang bekerja di rumah perawatan.
 
"Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai orang-orang LGBTI adalah mereka belum tentu membuka secara publik identitas mereka,' katanya.
 
"Generasi kita rawat saat ini, mereka merasa didiskriminasi. Mereka secara alami akan merasa keberatan mengungkapkan jati diri mereka karena masih ada masalah terkait hal tersebut,"
 
Salah satu lansia penghuni Uniting mengaku dia telah menjadi gay selama puluhan tahun sebelum akhirnya masuk fasilitas perawatan manula.
 
Sekarang, mereka enggan untuk mengungkapkan seksualitas mereka karena takut bagaimana sesama penghuni akan bereaksi
 
Hakim Michael Kirby mengatakan isu ini telah memicu keprihatinan seputar legitimasi.
 
"Memang benar beberapa penghuni panti lansia telah tumbuh besar menghadapi segala macam prasangka dan sikap permusuhan, dan bahkan kebencian terhadap orang gay," kata Kirby.
 
"Ada banyak yang harus dilakukan, dan itu tidak mudah."
 
Beberapa dari mereka yang hidup dengan bantuan dari Uniting mengatakan kebijakan LGBTI di panti ini telah membuat hal-hal berlangsung lebih baik. Warren Talbot adalah seorang gay yang pindah ke Unit Independent Living yang  dijalankan oleh Uniting pada tahun 2014.

"Mengetahui bahwa mereka memiliki kebijakan pro lansia LGBTI  dan dalam formulir aplikasi mereka ada terdapat referensi yang bisa dipilih untuk orang LGBT," kata Talbot.
 
"Saya merasa sangat lega dan nyaman kalau salah satu aspek penting dalam hidup saya tidak akan menjadi masalah," katanya.
 
Michael Kirby meyakini isu LGBTI di panti lansia akan mereda seiring dengan berjalannya waktu.
 
"Sikap prasangka kepada LGBTI tidak akan berlangsung lama pada generasi tua, Anda harus mengalahkan prasangka buruk Anda dan itu menurut saya tantangan di perawatan lansia. Membantu orang tua yang memiliki prasangka terhadap kelompok LGBTI mengatasi ketakutan dan sikap negatif mereka." katanya.